Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 15:20 WIB

Elon Musk Reorganisasi xAI Pasca-Merger dengan SpaceX, IPO Raksasa di Depan Mata

Author

Elon Musk. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Elon Musk melakukan perombakan besar-besaran di tubuh xAI, startup kecerdasan buatannya, menjelang rencana IPO yang diprediksi akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah. 

Langkah ini diambil Reuters setelah merger dengan SpaceX dan di tengah hengkangnya enam dari dua belas pendiri asli xAI dalam tiga tahun terakhir. 

"Kami berorganisasi ulang karena telah mencapai skala tertentu. Ada orang yang cocok di tahap awal, tapi kurang cocok di tahap lanjut," ujar Musk dalam rapat umum karyawan, seperti terlihat dalam rekaman yang diunggah di X.

Baca juga: Wamendag Dorong Industri Besi dan Baja Nasional Makin Tangguh di Munas IISIA 2026

Grok Tertinggal Jauh, Tapi Ambisi 'Interstellar' Menggelegak

Data Similarweb Januari menunjukkan Grok, chatbot xAI, hanya menguasai 3,4% lalu lintas AI generatif global—jauh tertinggal dari ChatGPT (64,5%) dan Gemini (21,5%). 

Namun Musk tak gentar. Ia memproyeksikan Grok Code akan menjadi 'state of the art' dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

"Pada akhir tahun ini, mungkin kita tak perlu repot coding. AI langsung menciptakan biner," klaimnya. 

xAI disebut tengah memburu talenta riset dengan modal klaster pelatihan setara 1 juta GPU Nvidia H100—dan rencana jangka panjang yang lebih gila: pusat data orbital bertenaga SpaceX dengan kapasitas 100-200 gigawatt per tahun.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025 Capai 5,39 Persen, Tertinggi di G20

Empat Pilar Baru: Dari Model Utama hingga Otomatisasi Perusahaan

Struktur baru xAI dibagi empat divisi: Aman Madaan memimpin model utama Grok dan inisiatif suara; Manuel Kroiss mengepalai model coding dan infrastruktur machine learning; Co-founder Guodong Zhang memimpin tim Imagine (multimedia); serta Toby Pohlen menjalankan tim Macrohard yang fokus otomatisasi proses perusahaan. 

Ekspansi ini terjadi setelah SpaceX pekan lalu mengumumkan akuisisi xAI, membentuk entitas senilai US$1,25 triliun yang siap melantai di bursa tahun ini. 

Dana segar IPO akan membiayai ambisi Musk menempatkan server AI di orbit—sebuah lompatan yang tak hanya menantang OpenAI dan Google, tapi juga gravitasi bumi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU