Jumat, 28 NOVEMBER 2025 • 21:27 WIB

Kemenhub Gerak Cepat Pulihkan Layanan Transportasi Terdampak Banjir di Sumatera

Author

Ilustrasi mobil terendam banjir. (Freepik)

INDOZONE.ID - Kementerian Perhubungan tengah mempercepat pemulihan berbagai layanan transportasi yang terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, agar arus pergerakan masyarakat serta distribusi logistik di daerah-daerah itu tetap berjalan lancar.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangan di Jakarta, mengungkapkan sejumlah fasilitas transportasi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir.

"Kementerian Perhubungan melakukan berbagai upaya pemulihan layanan transportasi yang terdampak banjir, terutama untuk mendukung mobilitas masyarakat dan logistik," kata Menhub, dikutip dari ANTARA, Sabtu.

Baca juga: Insentif PPN DTP hingga 2027 Dinilai Jadi Stimulus Besar bagi Pertumbuhan Nasional

Dia menyampaikan hingga saat ini sejumlah layanan transportasi baik darat, laut, udara dan perkeretaapian di beberapa wilayah di Sumatera masih terdampak banjir.

Untuk itu, Dudy menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan terus menjalin koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan terkait demi mempercepat pemulihan layanan, dengan tetap menempatkan aspek keselamatan dan keamanan sebagai prioritas utama.

"Kami turut berduka atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera. Insya Allah warga yang terdampak diberi kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.

Menurutnya, laporan dari jajaran satuan kerja Kemenhub di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan bahwa sejumlah fasilitas transportasi darat, laut, serta perkeretaapian ikut terdampak banjir.

Di Aceh, beberapa infrastruktur yang terpengaruh meliputi Pelabuhan Lhokseumawe, Pelabuhan Penyeberangan Singkil, jalur kereta api pada lintasan Stasiun Krueng Geukueh – St. Bungkaih – St. Krueng Mane, Terminal Tipe A Lhokseumawe, serta Terminal Tipe A Langsa.

Sedangkan di Sumatera Utara infrastruktur yang terdampak yakni Pelabuhan Sibolga, Terminal Tipe A Amplas, Terminal Tipe A Pinang Baris, Terminal Tipe A Sibolga, dan Terminal Tipe A Tarutung.

Pada transportasi udara, sejumlah bandara dilaporkan dalam kondisi aman dan beroperasi normal. Namun, akses jalan menuju beberapa bandara terhambat banjir atau longsor, seperti pada Bandar Udara DR. FL Tobing, Sibolga, Sumatera Utara dan Bandar Udara Rembele - Takengon, Aceh.

Sementara di wilayah Sumatera Barat, dampak banjir pada infrastruktur transportasi cenderung minim. Kegiatan operasional di Pelabuhan Teluk Bayur, Bandara Minangkabau dan sejumlah terminal berjalan kondusif dan normal.

Menurut laporan saat ini kondisi sarana dan prasarana di beberapa tempat dilaporkan aman meski terdapat beberapa titik banjir dan longsor, dengan akses ke beberapa lokasi terputus. Secara paralel, juga tengah dilakukan identifikasi sarana dan prasarana yang terdampak untuk dilakukan perbaikan.

“Kami terus memastikan pelayanan dapat berjalan dengan baik. Kalau nantinya upaya pemulihan sesuai hasil identifikasi. Seperti contohnya Terminal Amplas masih terendam, nanti akan dilihat kerusakannya dan tentunya diupayakan perbaikan secepatnya,” kata Menhub.

Kemenhub Pastikan Warga Terdampak 

Kemenhub juga dengan cepat memobilisasi dukungan transportasi udara maupun laut guna memastikan pasokan bantuan bagi warga terdampak tetap berjalan, ini ditujukan untuk akses darat yang tidak bisa dilintasi akibat banjir dan longsor.

Beberapa terminal juga difungsikan sebagai tempat pengungsian sementara bagi warga terdampak.

Selain itu, jalur kereta api, Kemenhub terus mengawasi kondisi di titik-titik rawan bencana yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sebagai upaya tindak lanjut sementara, Kemenhub bersama pemangku kepentingan terkait telah menerjunkan alat berat dan material berupa rel bekas untuk meminimalisir dampak banjir dan longsor.

Baca juga: 6 Langkah Budidaya Pertanian yang Benar, Petani Muda Wajib Tahu!

Kemenhub mengimbau masyarakat untuk selalu mengetahui informasi sebelum melakukan perjalanan, terutama bagi yang melewati jalur-jalur terdampak banjir. Hal ini mengingat masih banyak sarana transportasi terdampak yang belum dapat beroperasi.

"Ke depan, kami juga akan lakukan berbagai evaluasi dampak banjir dan longsor pada seluruh fasilitas transportasi yang ada," pungkas Menhub.

Langkah ini, lanjut Menhub, bertujuan menjaga arus pergerakan masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan, sekaligus mempercepat penanganan darurat di wilayah yang terputus aksesnya akibat kerusakan infrastruktur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU