Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 20:45 WIB

Insentif PPN DTP hingga 2027 Dinilai Jadi Stimulus Besar bagi Pertumbuhan Nasional

Insentif PPN DTP hingga 2027 Dinilai Jadi Stimulus Besar bagi Pertumbuhan NasionalDirektur Utama PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto Pitojo Adhi. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Perpanjangan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 2027, disambut antusias oleh para pelaku industri properti.

Langkah ini dianggap bukan hanya memberi keringanan bagi developer, tetapi juga menjadi dorongan signifikan bagi perekonomian secara keseluruhan.

Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto Pitojo Adhi menjelaskan bahwa selama ini, banyak pihak salah kaprah menganggap PPN DTP hanya menguntungkan developer. Padahal, konsumenlah yang paling diuntungkan dari kebijakan ini.

Adrianto menyampaikan pandangannya dalam acara media preview Summarecon Discovery yang digelar di La Piazza, Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Menurutnya, keputusan memperpanjang PPN DTP sampai 2027 memberikan sinyal optimisme baru bagi dunia properti.

Baca juga: Properti Makassar Melesat, Tallasa City Catat Pertumbuhan 20% per Tahun

Sebelumnya, insentif tersebut hanya berlaku selama enam bulan dan diperpanjang secara berkala tanpa pola yang jelas, sehingga menyulitkan para pengembang dalam menyusun rencana jangka panjang.

"Kemarin Pak Prabowo baru keluarin kebijakan PPN DTP itu biasanya sebelumnya selalu 6 bulan, 6 bulan gitu kan. Sehingga pengembang properti itu tidak bisa membuat satu rencana jangka panjang yang baik. Karena PPN DTP itu syaratnya rumah harus selesai," katanya.

Menurut Adrianto, banyak pengembang lain yang terhubung di Apindo dan Kadin gagal mencapai target, karena kebijakan yang hanya berlaku 6 bulan. Ketidakpastian ini membuat mereka tidak bisa merencanakan proyek dengan matang. 

Dengan masa berlaku hingga 2027, kebijakan ini membantu pengembang menyiapkan strategi penjualan dan pembangunan secara lebih stabil. Proyek berbasis PPN DTP dapat dilaksanakan langsung tanpa risiko kebijakan mendadak dicabut.

"Nah sekarang keluarin kebijakan itu sampai 2027. Artinya semua pengembang bisa membuat planning. Mana yang dijual pakai PPN DTP langsung dibangun,” tuturnya. 

Adrianto Sebut Insentif PPN DTP Tidak Menguntungkan Developer

Adrianto menolak keras anggapan bahwa insentif PPN DTP menguntungkan developer. Menurutnya, yang benar-benar menikmati manfaat adalah konsumen yang mendapat potongan harga signifikan mencapai 11 persen dari harga properti. 

"Satu hal yang selalu saya ngomong, ketika PPN DTP ini berjalan, insentif yang diterima sebenarnya bukan untuk developer, untuk konsumen. Karena konsumennya tiba-tiba diskon 11 persen," tegasnya. 

Menurut Adrianto, dampak kebijakan PPN DTP tidak hanya dirasakan oleh pengembang maupun pembeli, tetapi merambat jauh ke berbagai sektor penunjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Insentif PPN DTP hingga 2027 Dinilai Jadi Stimulus Besar bagi Pertumbuhan Nasional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!