INDOZONE.ID - Berawal dari keresahannya terhadap harga minyak goreng di pasaran yang terus naik, Yaya Sumantri, seorang pengusaha asal Kuningan, Jawa Barat, membuat terobosan dengan menciptakan pom minyak goreng (Pomindo).
“Saya ingin masyarakat mendapatkan minyak goreng bermutu dan berkualitas baik, tapi dengan harga terjangkau,” ujarnya ketika dihubungi melalui telepon.
Selain misi sosialnya tersebut, Yaya juga ingin menciptakan lingkungan yang lebih baik dengan mengurangi sampah plastik. “Masyarakat bisa beli pakai botol atau bahkan gayung sendiri. Bahkan mereka bisa beli sesukanya, dengan uang seadanya yang dimiliki. Mau beli lima ribu rupiah juga dilayani,” lanjutnya.
Pom minyak goreng ini mulai diluncurkan pada tahun 2021 dan diresmikan oleh Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi. Hingga sekarang, Pomindo telah menjangkau 175 daerah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, mulai dari desa kecil di Sumatera Utara hingga Banggai di Sulawesi dan Maluku Utara.
Baca juga: Pertamina Siapkan Ekspor Avtur Ramah Lingkungan dari Minyak Jelantah
Yaya, sebagai pendiri Pomindo, menjalankan misinya dengan menggandeng investor melalui sistem kemitraan dengan biaya Rp75.000.000. Satu pom minyak goreng yang telah berstandar food grade berisi 1.000 liter, dan harga per liternya sekitar Rp16.000–Rp17.000, tergantung harga jual di masing-masing daerah. “Yang pasti, harga Pomindo di bawah harga pasar,” ucap pria berusia 41 tahun yang bermukim di Kuningan ini.
Bila minyak goreng curah subsidi pemerintah merujuk pada CP (cloud point), yaitu parameter kualitas minyak dan titik keruh minyak pada suhu 8–10 derajat Celcius, Yaya menyebut minyak goreng curahnya merupakan CP 10 premium yang biasa dikonsumsi seperti merek Filma, Bimoli, dan lainnya. Yaya pun bermitra dengan produsen merek-merek terkenal tersebut, seperti Sinarmas, Wilmar, dan Pelindo.
Baca juga: Menkeu Purbaya Setuju Bansos Minyak Goreng 2 Liter: Kenapa Nggak 5 Liter Sekalian?
Dengan adanya Pomindo, minyak goreng dapat didistribusikan dengan harga di bawah pasar karena disalurkan langsung dari kilang ke depo. “Minyak goreng enggak perlu dikemas dulu, dan kami memutus rantai panjang distribusi,” lanjut Yaya, yang hingga kini menjadikan Pomindo sebagai salah satu distributor minyak goreng curah terbesar di Indonesia. Tak heran, Pomindo meraih Top Seller tahun 2023 sebagai pom minyak goreng dengan penjualan tertinggi versi majalah Dialektika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara Telepon