INDOZONE.ID - Harga minyak dunia turun tipis pada Selasa pagi, di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai potensi perang dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Ketegangan ini dikhawatirkan akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global, yang pada akhirnya berdampak pada permintaan bahan bakar secara keseluruhan.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent tercatat melemah 24 sen atau 0,35% menjadi US $68,97 per barel pada pukul 07.55 WIB.
Baca juga: Subsidi Listrik Diperkirakan Naik Jadi Rp90,32 Triliun di 2025, Kurs dan Harga Minyak Jadi Pemicu
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dari AS juga mengalami penurunan sebesar 21 sen atau 0,31% ke angka US $66,99 per barel.
Kontrak WTI bulan Agustus yang akan segera berakhir turun 23 sen menjadi US $65,72 per barel untuk kontrak aktif bulan September.
Kekhawatiran perang dagang AS-Uni Eropa menjadi sentimen utama yang memengaruhi pergerakan pasar. Jika konflik dagang ini terus bereskalasi, permintaan global terhadap minyak mentah dikhawatirkan akan tertekan karena aktivitas industri dan perdagangan dapat melambat.
Baca juga: Dolar AS Melemah karena Gencatan Senjata Israel-Iran, Harga Minyak Anjlok Tajam
Analis pasar dari IG, Tony Sycamore, menjelaskan bahwa meskipun pelemahan dolar AS memberikan sedikit dukungan terhadap harga minyak, hal tersebut tidak cukup kuat untuk menahan tekanan akibat kekhawatiran yang lebih besar tentang perang dagang.
Ia juga mengungkapkan kemungkinan AS akan memberlakukan tarif 30% terhadap impor dari Uni Eropa jika kesepakatan dagang tak kunjung tercapai sebelum 1 Agustus.
Sejak awal pertengahan tahun ini, tren penurunan harga minyak 2025 mulai terlihat seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah pasca gencatan senjata antara Iran dan Israel. Setelah peristiwa tersebut, pasar minyak tidak lagi dihantui oleh ancaman gangguan pasokan dari kawasan penghasil minyak utama.
Namun, seiring dengan meningkatnya produksi dari negara-negara anggota OPEC dan sekutunya, kekhawatiran akan kelebihan pasokan kembali muncul.
Data dari Joint Organizations Data Initiative (JODI) mengungkapkan bahwa ekspor minyak Arab Saudi pada Mei 2025 naik ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.
Secara keseluruhan, penurunan harga minyak dunia saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknis pasar, tetapi juga oleh ketegangan dagang antara negara-negara besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: