Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 21 AGUSTUS 2025 • 14:13 WIB

Sejarah! Pertamina Terbangkan Pesawat Pakai Bahan Bakar dari Minyak Jelantah

Sejarah! Pertamina Terbangkan Pesawat Pakai Bahan Bakar dari Minyak JelantahIlustrasi Pesawat Pelita Air. (Dok. Pelita Air)

INDOZONE.ID - Pertamina resmi mencatat sejarah baru dengan meluncurkan penerbangan perdana menggunakan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan minyak jelantah.

Uji coba ini dijalankan oleh Pelita Air untuk rute Jakarta–Bali, menandai langkah penting Indonesia dalam dekarbonisasi penerbangan sekaligus memperkuat ekonomi sirkuler.

Penerbangan Perdana SAF di Indonesia

Acara bersejarah ini berlangsung di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada 20 Agustus 2025. Pesawat Pelita Air yang melayani rute Jakarta–Bali terbang dengan campuran bahan bakar ramah lingkungan hasil produksi Pertamina.

SAF Pertamina menggunakan teknologi co-processing di Green Refinery Cilacap, memadukan minyak jelantah dengan bahan bakar fosil untuk menghasilkan bioavtur bersertifikat internasional.

Baca juga: HUT RI ke-80, Pertamina Perluas Program Pengumpulan Minyak Jelantah di Berbagai Kota

Dukungan Penuh Pemerintah

Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno, menilai inisiatif Pertamina membuka peluang besar bagi Indonesia.

“Indonesia punya potensi untuk menjadi leadership dalam menggerakkan SAF. Kedepan kita sebagai penghasil SAF harus mampu menjadi hub dalam konteks marketing dan hub policynya,” kata Arif dikutip dari laman Pertamina.

Ia menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar uji coba, tapi juga jalan menuju kemandirian energi dan ekspansi pasar internasional.

Baca juga: Promo BBM Pertamina HUT ke-80 RI, Diskon hingga Rp300 per Liter

Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kemenko Perekonomian, Odo R.M. Manuhutu, menegaskan bahwa minyak jelantah bisa jadi aset penting bagi transisi energi.

“Penggunaan minyak jelantah sebagai bahan baku SAF pada penerbangan uji coba ini tidak hanya menunjukkan komitmen transisi energi dan keberlanjutan, tetapi juga circular economy,” ujarnya.

Menurut Odo, sebagai negara kepulauan, penerbangan adalah urat nadi perekonomian. SAF menjadi peluang baru untuk mengurangi emisi sekaligus membuka rantai pasok energi hijau.

Komitmen Ketahanan Energi

Dukungan serupa datang dari Kementerian ESDM. Sekretaris Jenderal ESDM, Dadan Kusdiana, menegaskan SAF bisa memperkuat swasembada energi.

“Dengan adanya SAF bukan hanya menjadi ketahanan energi tapi juga swasembada energi dan kemandiriannya semakin kuat. Produk bioavtur ini certified secara aspek keberlanjutannya,” kata Dadan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pertamina

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sejarah! Pertamina Terbangkan Pesawat Pakai Bahan Bakar dari Minyak Jelantah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!