Ilustrasi beras. (Freepik/user6842811)
INDOZONE.ID - Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), menegaskan bahwa beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) merupakan penopang utama untuk menstabilkan harga di pasar dan menjaga agar harga tetap terjangkau oleh masyarakat.
"Pemerintah terus memperkuat intervensi di sektor perberasan melalui program SPHP yang dilaksanakan oleh Perum Bulog atas penugasan Badan Pangan Nasional," kata Arief, dikutip dari ANTARA, Kamis.
Ia menyampaikan beras SPHP kini semakin mudah diakses masyarakat di berbagai lini penyaluran dan pasar. Pemerintah juga memastikan distribusi beras SPHP semakin hari akan semakin gencar dilakukan.
Baca juga: Pemerintah Siapkan Program Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi: Zulhas Pimpin Koordinasi
"Hari ini kita mau sampaikan bahwa beras SPHP sudah ada di semua lokasi yang sesuai dengan juknis (petunjuk teknis). Pasar tradisional sudah dipenuhi duluan. Kemudian pasar modern juga dipenuhi, outlet-outlet BUMN juga sudah ada," ujarnya.
Sampai tanggal 20 Agustus 2025, realisasi penyaluran beras SPHP mencapai kurang lebih 45 ribu ton dari target 1,3 juta ton hingga akhir Desember 2025. Penyaluran beras SPHP sudah dimulai sejak Juli 2025 dengan tujuan menjaga kestabilan harga beras di pasar.
"Ini beras SPHP dijual maksimal Rp12.500 per kilonya (zona 1). Tadi di pasar ada yang Rp12.000 per kilo. Kalau kualitasnya ada yang kurang baik, teman-teman dari ritel modern minta tukar. Jangan jual barang yang jelek," tegas Arief.
Guna memastikan efektivitas program penyaluran beras SPHP ini, Bapanas dan Bulog memperketat pengawasan distribusi agar lebih tepat sasaran.
"Kita optimistis ini bisa mengintervensi harga beras di pasaran," imbuhnya.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan pihaknya terus memperluas kanal distribusi beras SPHP.
"Mudah-mudahan ini memberikan keyakinan kepada publik, kepada masyarakat bahwa beras SPHP betul-betul membantu masyarakat untuk menstabilkan harga," ujarnya.
Dengan stok penugasan sebesar 1,3 juta ton hingga akhir 2025, Rizal menekankan kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan.
"Ini masih sangat banyak dan masyarakat tidak perlu ragu dan bimbang. Kami akan salurkan semaksimal mungkin untuk kemaslahatan masyarakat," katanya.
Baca juga: Menkop Budi Arie Minta PMK Diperjelas untuk Percepatan Operasional Kopdes Merah Putih
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA