Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 22 AGUSTUS 2025 • 10:00 WIB

Startup Hijau: Prospek Bisnis Ramah Lingkungan di Indonesia

Startup Hijau: Prospek Bisnis Ramah Lingkungan di IndonesiaIlustrasi ide bisnis untuk anak muda atau remaja. (Freepik)

INDOZONE.ID - Dalam beberapa dekade terakhir ini, masalah lingkungan seperti perubahan iklim, polusi, dan penumpukan limbah menjadi perhatian utama di seluruh dunia. 

Meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya melestarikan bumi mendorong munculnya model bisnis baru yang tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.

Model bisnis yang sekarang semakin populer adalah startup hijau. Startup hijau adalah perusahaan rintisan yang menerapkan prinsip keberlanjutan dalam seluruh aspek operasional dan produknya. 

Baca juga: Dampak AI terhadap Pasar Kerja dan Model Bisnis Baru

Simak selengkapnya di bawah ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang konsep startup hijau, potensi ekonominya, serta contoh-contoh startup hijau yang sukses di Indonesia.

Apa Itu Startup Hijau?

Startup hijau, atau sering disebut sebagai green startup, merupakan bisnis yang mempunyai komitmen tinggi terhadap pelestarian lingkungan melalui produk, layanan, dan sistem operasi yang berkelanjutan. 

Menurut FORA dalam Wibowo (2022), startup hijau adalah wujud bisnis yang mengembangkan solusi ramah lingkungan, meminimalkan pemborosan sumber daya, dan tetap kompetitif secara ekonomi.

Ciri utama startup hijau antara lain:

  • Setiap keputusan bisnis mempertimbangkan dampak lingkungan.
  • Menyediakan produk atau layanan yang ramah lingkungan (misalnya, organik atau biodegradable).
  • Komitmen yang lebih tinggi terhadap keberlanjutan dibanding pesaingnya.
  • Penggunaan energi terbarukan serta sistem pengelolaan limbah yang efisien.

Mengapa Startup Hijau Relevan Saat Ini?

Di era modern ini, peran startup hijau sangat penting dalam menghadapi tantangan lingkungan. Selain memberikan keuntungan ekonomi, startup hijau juga mendorong terciptanya inovasi dan solusi bisnis yang bertanggung jawab terhadap ekosistem.

Beberapa alasan pentingnya keberadaan startup hijau antara lain:

  1. Tingkat Kesadaran Konsumen yang Meningkat: Generasi Z dan milenial lebih cenderung memilih brand yang sejalan dengan nilai-nilai keberlanjutan. Tirto.id melaporkan bahwa 97,7% Gen Z dan milenial mendukung produk berkelanjutan.
  2. Potensi Ekonomi yang Luas: Bain & Company (2020) memperkirakan potensi ekonomi hijau di Asia Tenggara bisa mencapai US$1 triliun per tahun pada 2030.
  3. Dukungan Kebijakan Pemerintah: Banyak negara termasuk Indonesia memberikan insentif seperti pajak ringan atau penghargaan bagi perusahaan hijau.
  4. Kontribusi terhadap SDGs: Startup hijau turut serta dalam pencapaian Sustainable Development Goals seperti pengurangan emisi karbon, konsumsi yang bertanggung jawab, dan pelestarian alam.

Baca juga: OJK Luncurkan Aturan Baru, Pembiayaan UMKM Wajib Masuk Rencana Bisnis Bank

Ide Bisnis Startup Hijau yang Menjanjikan

Bagi calon wirausaha yang ingin terjun ke dunia startup hijau, berikut beberapa ide dengan potensi tinggi:

  • Bank Sampah: Mengelola sampah rumah tangga menjadi produk bermanfaat.
  • Produk Organik: Penjualan sayuran, buah, dan kosmetik organik.
  • Daur Ulang Plastik: Mengubah sampah plastik menjadi barang bernilai.
  • Katering Sehat: Menyediakan makanan sehat dengan kemasan berkelanjutan.
  • Konsultan Green Lifestyle: Membantu perusahaan dan individu menerapkan gaya hidup hijau.

Tantangan dan Strategi Menghadapinya

Walaupun menjanjikan, namun startup hijau tidak lepas dari tantangan, seperti:

  • Biaya Awal Tinggi: Teknologi ramah lingkungan kerap membutuhkan modal besar.
  • Kesulitan Akses Modal: Model bisnis hijau kadang dianggap kompleks oleh investor.
  • Greenwashing: Ancaman dari perusahaan yang hanya mengklaim “ramah lingkungan” tanpa bukti nyata.

Strategi penting mencakup transparansi, edukasi pasar, serta kolaborasi dengan komunitas dan pemangku kepentingan yang relevan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Binus.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Startup Hijau: Prospek Bisnis Ramah Lingkungan di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!