Ilustrasi bebas finansial melalui tips keuangan untuk generasi muda. (Freepik)
INDOZONE.ID - Siapa yang nggak pengin punya kehidupan yang mapan? Pasti semua orang menginginkan hidup mapan secara finansial.
Finansial yang baik lahir dari seseorang yang mampu mengatur keuangan dengan baik, contohnya seperti menyisihkan gaji bulanan agar tidak terkesan "numpang lewat saja".
Lantas, seperti apa seseorang bisa dikatakan sudah mapan secara finansial? Simak di bawah ini untuk mengetahui selengkapnya.
Baca juga: Cara Memulai Trading Forex untuk Gapai Kebebasan Finansial
Setelah sandang dan pangan terpenuhi, langkah paling penting menuju mapan selanjutnya adalah memiliki tempat tinggal. Memiliki rumah adalah komitmen finansial yang besar.
Maka dari itu, memiliki rumah sudah menjadi penanda bahwa kamu memiliki penghasilan yang cukup, mempunyai tabungan, dan mampu mengatur keuangan dalam jangka panjang.
Keuangan yang sehat itu yang bisa membuat kamu menyisihkan dana untuk keperluan masa depan anak kamu, salah satunya persiapan dana pendidikan. Semakin dini kamu rencanakan, semakin optimal hasil yang akan kamu capai dan semakin aman masa depan buah hati kamu.
Seseorang yang finansialnya bagus adalah dia yang bisa mengatur keuangannya dari mulai membayar tagihan dan cicilan pinjaman tepat waktu tanpa mengganggu cashflow keuangan pribadinya.
Kalau kamu termasuk ke dalam kategori tersebut, kamu telah meniti jalan menuju kemapanan dengan baik.
Kamu sudah bisa mengalokasikan sebagian pendapatan kamu untuk investasi, baik itu dengan cara menabung maupun berinvestasi melalui instrumen keuangan lainnya.
Ini menunjukkan bahwa kamu telah berhasil mengatur keuangan pribadi dengan baik dan efektif, tanpa kondisi di mana pengeluaran lebih besar daripada pendapatan.
Baca juga: 8 Kunci Sukses Finansial di Era Digital: Fokus Jadi Kunci Utama
Salah satu indikator utama dari kemapanan adalah kemampuan kamu untuk mendirikan bisnis sendiri, karena hal ini memerlukan investasi modal kerja yang cukup besar.
Ketika kamu menjalankan bisnis tersebut, kamu juga perlu mengatur dan mengalokasikan modal kerja yang sudah diperhitungkan agar bisa mendukung kebutuhan bisnis sampai bisnis itu bisa mandiri dan menopang dirinya sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: HSBC