Kamis, 17 JULI 2025 • 13:30 WIB

Pemerintah Dorong Hilirisasi Tembaga untuk Tingkatkan Nilai Ekspor ke AS

Author

Ilustrasi investasi. (Freepik/kuprevich)

INDOZONE.ID - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM berkolaborasi dengan lembaga terkait untuk memastikan bahwa produk tembaga yang diekspor ke Amerika Serikat merupakan hasil dari proses hilirisasi dan peningkatan nilai tambah di Indonesia.

Direktur Hilirisasi Mineral dan Batu Bara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rizwan Aryadi Ramdhan, menyatakan hal tersebut di Jakarta pada hari Rabu sebagai respons atas pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kualitas tembaga Indonesia yang tinggi, yang disampaikan saat pengumuman penurunan tarif balasan menjadi 19 persen dari sebelumnya 32 persen.

"Secara bersama-sama itu kita menyusun kebijakan yang pro hilirisasi. Jadi, tidak ekspor dalam keadaan mentah," kata Rizwan, dikutip dari ANTARA, pada Kamis.

Baca juga: Tarif 32 Persen Ditunda, Indonesia Berhasil Tahan Kebijakan Impor AS Era Donald Trump

Menurut dia, saat ini ekspor konsentrat tembaga sudah dilarang oleh pemerintah, sehingga pihaknya mendorong untuk melakukan proses hilirisasi di dalam negeri.

"Kalau kami mendukung untuk fasilitas proses produksinya di dalam negeri," tambahnya.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif impor sebesar 32 persen terhadap produk Indonesia yang masuk ke AS, setelah melakukan negosiasi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, tampaknya ada perubahan rencana dengan pengumuman tarif yang berbeda.

"Indonesia akan membayar tarif 19 persen kepada Amerika Serikat untuk semua barang impor dari mereka ke negara kita," ucap Trump terkait kesepakatan yang dicapai dengan RI dalam hal tarif impor, seperti dipantau dari media sosial Truth Social di Jakarta, dikutip Kamis.

Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk menunda pemberlakuan tarif impor 32% setelah pertemuan antara Airlangga Hartarto dengan pejabat AS di Washington DC.

Baca juga: Bursa Saham AS Melemah karena Presiden Trump Ancam Naikkan Tarif Impor

Penundaan ini memungkinkan kedua negara melakukan negosiasi lebih lanjut dalam waktu tiga minggu untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Selain soal tarif, negosiasi juga mencakup hambatan nontarif, ekonomi digital, dan kerja sama mineral kritis seperti nikel dan tembaga. AS disebut tertarik memperkuat kemitraan strategis di sektor tersebut.

"Indonesia memiliki beberapa produk yang bagus dan mereka memiliki beberapa komoditas mineral berharga, salah satunya tembaga berkualitas tinggi," kata Trump.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU