Selasa, 01 JULI 2025 • 17:40 WIB

Perawatan Pribadi hingga Kopi Bubuk Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi Juni 2025

Author

Ilustrasi inflasi. (Freepik)

INDOZONE.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, jadi penyumbang terbesar inflasi tahunan (year-on-year/yoy) Juni 2025, yang tercatat sebesar 1,87 persen.

Inflasi ini dipicu oleh lonjakan harga di berbagai sektor, khususnya perawatan pribadi, emas perhiasan, serta sejumlah kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Inflasi tahunan ini utamanya didorong oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi sebesar 9,30 persen (yoy) dan memberikan andil sebesar 0,59 persen,” ujar Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Dalam rincian subkelompok, BPS mengungkapkan bahwa perawatan pribadi lainnya mencatatkan inflasi tertinggi mencapai 24,30 persen (yoy).

Sementara itu, subkelompok perlindungan sosial menjadi yang paling rendah dengan inflasi 2,04 persen (yoy).

Komoditas emas perhiasan tercatat sebagai kontributor tunggal terbesar terhadap inflasi dengan andil sebesar 0,48 persen.

Komoditas Lain Dorong Inflasi, Beras hingga Kopi Bubuk

Selain sektor perawatan pribadi, beberapa komoditas lain yang turut menyumbang inflasi pada Juni 2025 antara lain sebagai berikut.

Baca juga: Seskab Teddy Sebut BPI Danantara Diproyeksikan Terima Tambahan Dana Rp162 Triliun dari Perbankan Luar Negeri

  • Tarif air minum PAM (13 wilayah)
  • Beras
  • Kopi bubuk
  • Minyak goreng
  • Sigaret kretek mesin (SKM)

Kelompok Informasi dan Komunikasi Alami Deflasi

Di sisi lain, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, justru mengalami deflasi tahunan pada Juni 2025, dengan andil sebesar -0,02 persen. Pemicu deflasi kelompok ini adalah telepon seluler.

Jika dilihat dari komponen inflasi, berikut datanya:

Inflasi komponen inti (core inflation) naik menjadi 2,37 persen (yoy), dari 1,90 persen pada Juni 2024. Penyebabnya antara lain adalah sebagai berikut.

  • Emas perhiasan
  • Kopi bubuk
  • Minyak goreng

Komponen harga diatur pemerintah (administered price) mencatatkan inflasi 1,34 persen (yoy), dipicu oleh sejumlah komponen, yaitu sebagai berikut. 

Baca juga: Mulai 2026, Produk Non Halal Wajib Cantumkan Label Jelas Jika Masuk ke Indonesia

  • Tarif air minum PAM
  • Sigaret kretek mesin (SKM)
  • Sigaret kretek tangan (SKT)

Komponen harga bergejolak (volatile food) mencatatkan inflasi 0,57 persen (yoy), dengan komoditas dominan antara lain.

  • Beras
  • Kelapa
  • Tomat
  • Santan jadi

Data BPS ini menyoroti pentingnya pengendalian harga kebutuhan dasar dan jasa layanan pribadi yang kini menjadi penyumbang inflasi tertinggi.

Meski angka inflasi secara umum masih dalam batas wajar, pemerintah diharapkan terus memantau komoditas-komoditas kunci seperti beras, emas, dan layanan jasa, untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU