Bantuan dapur darurat untuk korban bencana di Sumatra. (Handout)
INDOZONE.ID - Sepanjang tahun 2025, Penebar Kebajikan menegaskan perannya sebagai penggerak kontribusi kemanusiaan nasional dan global melalui rangkaian program bertajuk “Jejak Kebaikan Penebar Kebajikan 2025.”
Program ini menjadi catatan komprehensif atas berbagai aksi sosial berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat di Indonesia, sekaligus bagi komunitas yang terdampak krisis kemanusiaan di tingkat global, termasuk Palestina.
Jejak Kebaikan 2025 mencerminkan komitmen Penebar Kebajikan dalam menjawab tantangan ketimpangan sosial dan krisis kemanusiaan melalui pendekatan lintas sektor. Program-program yang dijalankan mencakup bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, hingga respons kemanusiaan darurat, dengan fokus utama pada kelompok rentan dan masyarakat terdampak.
Baca juga: Menteri UMKM Siapkan Skema Pembiayaan dan Relaksasi Kredit bagi Pelaku Usaha Terdampak Bencana
Sebagai lembaga sosial kemanusiaan, Penebar Kebajikan menggerakkan seluruh inisiatif ini melalui kolaborasi erat bersama relawan, mitra komunitas, donatur individu, serta berbagai pemangku kepentingan.
Korban konflik kmanusiaan di Gaza (Handout)
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, kontribusi kebajikan tersebut telah menjangkau 12.850 jiwa penerima manfaat, mulai dari keluarga dhuafa, anak-anak, lansia, penyintas bencana, hingga komunitas yang membutuhkan penguatan kapasitas sosial dan ekonomi.
Di tingkat nasional, Penebar Kebajikan hadir di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan terdampak bencana di Sumatera dan daerah dengan tingkat kerentanan sosial yang tinggi. Sementara di tingkat global, kepedulian kemanusiaan diwujudkan melalui penyaluran bantuan bagi masyarakat Palestina yang terdampak krisis, bekerja sama dengan mitra terpercaya untuk memastikan bantuan tersalurkan secara aman dan tepat sasaran.
Pelaksanaan Jejak Kebaikan dilakukan secara konsisten melalui program rutin, respons darurat, serta inisiatif tematik yang diselaraskan dengan momentum strategis seperti Ramadan, Idul Adha, dan masa tanggap bencana. Penebar Kebajikan menegaskan bahwa kontribusi kemanusiaan tidak semata bersifat karitatif, melainkan bertujuan mendorong pemulihan martabat, kemandirian, dan keberlanjutan jangka panjang.
Baca juga: Dari Hilirisasi hingga Pemulihan Daerah Bencana, Kinerja Mentan Amran Disorot Positif
Setiap program dijalankan melalui tahapan asesmen lapangan, perencanaan terukur, implementasi langsung, hingga pelaporan dan evaluasi dampak. Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kolaborasi menjadi fondasi utama agar setiap amanah kebajikan dapat memberikan manfaat yang bermakna.
Pembina Penebar Kebajikan, Tendi Murti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan kemanusiaan sepanjang 2025.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur, mitra, tim, dan relawan yang telah membersamai Penebar Kebajikan. Kontribusi kebajikan ini telah menghadirkan manfaat nyata bagi ribuan penerima manfaat. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin luas dalam membentangkan kebaikan di tahun 2026,” ujarnya.
Melalui Jejak Kebaikan 2025, Penebar Kebajikan berharap dapat terus menjadi jembatan kontribusi kebajikan nasional dan global, mempertemukan kepedulian para pemangku kepentingan dengan kebutuhan masyarakat, serta memperkuat ekosistem kolaborasi sosial demi terciptanya perubahan yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release