Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 10:40 WIB

Dari Hilirisasi hingga Pemulihan Daerah Bencana, Kinerja Mentan Amran Disorot Positif

Dari Hilirisasi hingga Pemulihan Daerah Bencana, Kinerja Mentan Amran Disorot PositifIlustrasi budidaya pertanian. (Freepik)

INDOZONE.ID - Bambang Soesatyo (Bamsoet), anggota Komisi III DPR RI, mengapresiasi kemajuan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam melakukan perubahan pertanian demi memberikan nilai tambah, sehingga mendukung kedaulatan dan kemandirian pangan bangsa.

"Inisiatif Kementerian Pertanian dalam mengkreasi kebijakan yang solutif sangat layak dicermati dan dijadikan contoh," kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Minggu (28/12/2025).

Dia memaparkan bahwa hilirisasi produk pertanian yang diusung Mentan Amran bukan sekadar wacana, melainkan langkah strategis, yang terbukti mampu menciptakan hingga delapan juta lapangan kerja baru.

"Ini adalah jawaban konkret di tengah ancaman pengangguran,” ujar Bamsoet saat merefleksikan catatan akhir tahun 2025.

Langkah-langkah terobosan yang dilakukan sepanjang 2025, termasuk dukungan bagi korban banjir di Sumatera, mendapat sorotan positif. 

Fokus kebijakan pada penguatan sektor pertanian dianggap sebagai solusi strategis di tengah situasi yang kompleks, di mana pelemahan daya beli dan bencana alam menjadi tantangan utama. 

Baca juga: Industri Makanan-Minuman Diminta Serius Beralih ke Ekonomi Sirkular melalui EPR

Program-program yang digulirkan diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi pemulihan ekonomi di tingkat akar rumput.

Bamsoet menyoroti langkah berani Amran dalam menyusun strategi transformasi dan investasi sektor pertanian, yang berdampak langsung pada akar rumput.

Fokus utama yang menjadi perhatian adalah upaya berkelanjutan dalam mendorong hilirisasi komoditas pertanian. 

Menjelang transisi tahun dari 2025 ke 2026, Bamsoet menyoroti kondisi memprihatinkan di wilayah Sumatera (Aceh, Sumut, dan Sumbar) pascabencana besar yang berdampak pada setidaknya 3,3 juta jiwa warga.

Di sisi lain, kinerja perekonomian nasional sedang dalam tekanan, ditandai dengan angka pengangguran yang mencapai 7,28 juta orang per Februari 2025 menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).

Sektor manufaktur dan UMKM kini menghadapi tantangan besar akibat penetrasi produk impor non-prosedural.

Kondisi ini menuntut adanya keterpaduan kebijakan antar-kementerian teknis untuk menjaga pasar domestik. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dari Hilirisasi hingga Pemulihan Daerah Bencana, Kinerja Mentan Amran Disorot Positif

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!