Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 16 SEPTEMBER 2025 • 12:40 WIB

Menko Airlangga Sebut 10 Persen Lulusan Baru Bisa Langsung Kerja Lewat Program Magang

Menko Airlangga Sebut 10 Persen Lulusan Baru Bisa Langsung Kerja Lewat Program MagangMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Instagram/@airlanggahartarto_official) 

INDOZONE.ID - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan bahwa 10 persen dari total lulusan universitas baru, akan dapat langsung terserap ke dalam dunia kerja melalui program magang link-and-match yang dicanangkan pemerintah.

Program magang itu merupakan satu dari delapan program terbaru yang diluncurkan pemerintah untuk tahun 2025.

"Salah satu yang kita juga dorong adalah link-and-match antara fresh graduate untuk masuk lapangan kerja. Nah pemerintah akan kasih 6 bulan gaji setara UMP (upah minimum provinsi). Jadi, fresh graduate itu 10 persen akan langsung masuk ke lapangan kerja dengan link-and-match ," kata Airlangga menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, dikutip Selasa (16/9/2025).

Baca juga: Banyak Peminat, Furnitur Indonesia Catat Transaksi Rp50,60 miliar di Korea Selatan

Airlangga menyatakan bahwa program magang tersebut terbuka bagi lulusan baru dan mereka yang telah lulus dalam waktu maksimal satu tahun, tanpa adanya batasan usia bagi calon peserta magang yang ingin bergabung.

"Jadi, kita berharap dengan 6 bulan (magang.), mereka punya kemampuan sesuai dengan kemampuan industri sehingga bisa langsung lepas, dan masuk ke industri," sambung Menko Airlangga.

Dalam jumpa pers di Kantor Presiden RI, Senin siang, Airlangga menegaskan kuota peserta untuk program magang itu sebanyak 20.000 orang. Selama proses magang tersebut, mereka akan mendapatkan uang saku sebesar upah minimum provinsi (UMP) Rp3,3 juta per bulan selama periode 6 bulan magang.

Anggaran yang dikeluarkan untuk program magang itu sebesar Rp198 miliar.

Untuk teknis pelaksanaannya, Airlangga menjelaskan program magang itu dijalankan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, kampus-kampus, dan industri.

"Link-and-match kita atur pusat, tetapi kan perguruan tinggi di daerah diharapkan, (lulusannya) dipekerjakan dengan industri di daerah, misalnya Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten," kata Airlangga.

Walaupun demikian, untuk para lulusan baru di daerah 3T, yaitu daerah terluar, terdepan, dan tertinggal, program magang mereka akan diurus langsung oleh pemerintah pusat.

Baca juga: Bappebti Fokus pada Pengembangan PBK Usai Peralihan Aset Kripto ke OJK dan BI

"Di daerah 3T, kita harus pindahkan mereka sesuai dengan lapangan kerja yang tersedia," tambahnya. 

Menanggapi pertanyaan tentang lulusan perguruan tinggi yang belum bekerja setelah lebih dari satu tahun, Airlangga menyebutkan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan telah menyiapkan berbagai program pelatihan untuk membantu mereka meningkatkan kemampuan dan kesempatan kerja.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menko Airlangga Sebut 10 Persen Lulusan Baru Bisa Langsung Kerja Lewat Program Magang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!