Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 14 SEPTEMBER 2025 • 16:20 WIB

Banyak Peminat, Furnitur Indonesia Catat Transaksi Rp50,60 miliar di Korea Selatan

Banyak Peminat, Furnitur Indonesia Catat Transaksi Rp50,60 miliar di Korea SelatanProduk furnitur Indonesia diminati pembeli asal Korea Selatan saat pameran KOFURN 2025 di Kota Goyang, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan. (ANTARA/Kemendag)

INDOZONE.ID - Produk furnitur asal Indonesia berhasil meraih potensi transaksi sebesar 3,07 juta dolar AS atau setara Rp50,60 miliar, dalam acara Korea International Furniture and Interior Fair (KOFURN) 2025, di Korea Selatan (Korsel) pada akhir Agustus 2025 lalu.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, furnitur asal Indonesia dinilai dapat menjawab kebutuhan konsumen Korea Selatan yang menginginkan furnitur multifungsi dan ringkas, sesuai karakteristik hunian di Korea Selatan.

"Buyer Korea Selatan menyukai furnitur multifungsi berukuran tidak terlalu besar yang mudah dipindahkan. Hal ini menyesuaikan dengan karakteristik hunian di Korea Selatan yang umumnya memiliki luas terbatas, sehingga membutuhkan furnitur praktis, namun tetap estetis," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI Fajarini Puntodewi, dalam keterangan di Jakarta, Minggu (14/9/2025).

Baca juga: Pertamina Siapkan Ekspor Avtur Ramah Lingkungan dari Minyak Jelantah

Indonesia mengirimkan 12 eksportir furnitur untuk mengikuti KOFURN 2025. Mereka menampilkan produk furnitur ekspor unggulan yang menonjolkan penggunaan produk berbahan dasar kayu dan rotan yang berkelanjutan.

Seluruh peserta juga menampilkan kekayaan material alami Indonesia dan desain yang memadukan keterampilan perajin tradisional dengan sentuhan modern berciri minimalis dan elegan. Fitur ini sesuai dengan tren desain di pasar Korea Selatan.

"Produk furnitur Indonesia warna kemerahan (cherry color) dan furnitur yang mengekspose serat kayu memberikan kesan natural dan modern. Ini paling diminati buyer Korea Selatan," kata Puntodewi menjelaskan.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag RI Deden Muhammad Fajar Shiddiq menambahkan, pengunjung yang didominasi konsumen akhir menunjukkan animo masyarakat Korea Selatan terhadap produk furnitur.

Baca juga: Ekspor Perdana Rumput Laut 15 Ton ke India, Bukti Bontang Siap Jadi Pusat Maritim Dunia

Tingginya minat tersebut membuka peluang untuk meningkatkan nilai ekspor dan memperkuat pasar ekspor produk furnitur Indonesia di Korea Selatan dan kawasan Asia Timur.

"Kondisi ini menjadi masukan bagi kami untuk mencari mitra, distributor, atau membuka showroom di Korea Selatan karena beberapa peserta sudah memiliki buyer di Korea Selatan," ujar Deden.

Kemendag akan mengevaluasi dan mengomunikasikan kepada para peserta pameran secara periodik, sekaligus mendorong para peserta pameran memanfaatkan berbagai keuntungan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea (Indonesia-Korea CEPA) untuk mendorong ekspor ke Korea Selatan.

"Kami harap, beberapa faktor seperti eliminasi tarif nol persen dalam skema Indonesia-Korea CEPA dan masih tingginya tingkat daya beli masyarakat Korea Selatan, terutama untuk produk furnitur, dapat menjadi faktor pendorong peningkatan ekspor furnitur ke Korea Selatan," imbuh Deden.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Banyak Peminat, Furnitur Indonesia Catat Transaksi Rp50,60 miliar di Korea Selatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!