Senin, 01 DESEMBER 2025 • 19:20 WIB

PNM Gandeng Nasabah Mekaar, Perempuan Bantar Gebang yang Recycle Sampah Jadi Peluang

Author

Hasil Recycle Bu Aan, jeans bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - BUMN untuk Indonesia terus menunjukkan keberpihakan nyata kepada masyarakat kecil.

Salah satunya melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang selama ini menjadi tulang punggung pemberdayaan perempuan prasejahtera di seluruh Indonesia.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus mengupayakan berbagai langkah bagi peningkatan kesejahteraan perempuan prasejahtera, sejalan dengan komitmen BUMN untuk memperluas manfaat bagi masyarakat kecil.

Di balik jutaan nasabah Mekaar yang tumbuh bareng PNM, terdapat salah satu kisah inspiratif dari Bantar Gebang.

Sering dipandang sebagai "ujung kehidupan" barang-barang yang sudah tidak layak terpakai, namun justru menjadi titik awal sebuah gerakan transformasi.

Baca juga: Dongkrak Pengembangan UMKM, Kebijakan Memakai Sarung Batik di Pemprov Jateng Menuai Apresiasi

Sosok Bu Aan, Inspirasi yang Tumbuh dari Tempat yang Tak Biasa

Di tengah timbunan sampah yang meninggi seperti bukit, udara yang tajam, dan hiruk-pikuk ratusan truk sampah setiap hari, Bu Aan Andasari melihat adanya peluang yang tidak dilihat orang lain.

Sebagai warga yang tinggal di kawasan yang tak jauh dari TPST Bantar Gebang, Bu Aan rupanya dekat sekali dengan limbah pakaian, khususnya jeans, yang sering berakhir tanpa nilai.

Alih-alih membiarkan tumpukan sampah terus meningkat setiap hari, Bu Aan memilih mengambil langkah nyata. 

Ia bersama keluarganya membangun wasteforreuse, sebuah brand kreatif yang mengolah jeans bekas menjadi berbagai produk fesyen, mulai dari tas, outer, apron, hingga aksesori, yang tidak hanya unik dan penuh karakter, tetapi juga lebih ramah lingkungan.

Di balik setiap jahitan produknya, ada cerita tentang keberanian, ketekunan, dan keinginan memperbaiki lingkungan sekitar. Bu Aan ingin membuktikan bahwa sampah bukan selalu masalah ia bisa menjadi solusi.

PNM Hadir Menguatkan Setiap Langkah

Perjalanan perubahan itu tidak terjadi begitu saja. PNM hadir pada momen krusial dalam hidup Bu Aan, memberikan dukungan permodalan sekaligus pendampingan berkelanjutan melalui program Mekaar. 

Bagi Bu Aan, pembiayaan dari PNM bukan sekadar bantuan dana, tetapi juga dorongan semangat dan keyakinan untuk berkembang. 

Lewat pertemuan kelompok setiap minggu, materi pengembangan usaha, serta bimbingan rutin, PNM membantu Bu Aan memahami cara membangun usaha secara lebih terarah, mulai dari pengelolaan keuangan, peningkatan kualitas produk, hingga strategi memperluas jangkauan pasar.

Pendampingan intensif ini menjadi pondasi kuat yang membuat wasteforreuse bertahan dan berkembang.

PNM melihat bahwa kreativitas Bu Aan memiliki peluang perkembangan yang kuat. Karena itu, PNM berupaya memastikan kebutuhan dasar usaha, mulai dari pembiayaan, pengetahuan, hingga pendampingan, dapat dijangkau dengan mudah.

Bentuk dukungan tersebut membantu langkah awal Bu Aan berkembang menjadi upaya yang memberi manfaat bagi keluarganya serta lingkungan sekitar.

Me-Recycle Sampah Jadi Sesuatu yang Bermanfaat, Menggerakkan Ekonomi dari Rumah

Bu Aan, sosok inspiratif dari Bantar Gerbang. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

Dari hunian sederhananya yang berdekatan dengan tumpukan sampah, Bu Aan menegaskan bahwa perubahan menuju keberlanjutan dapat dimulai dari usaha kecil yang dilakukan dengan niat dan ketekunan.

Kini, wasteforreuse bukan hanya mengurangi limbah tekstil, tetapi juga membantu ekonomi keluarga Bu Aan tumbuh. Pendapatan bertambah, peluang usaha meluas, dan semakin banyak orang mengenal produknya.

Ia bahkan mulai merangkul perempuan sekitar yang ingin belajar menjahit dan ikut serta dalam usaha kreatif ini.

Semua ini berawal dari langkah kecil, didorong oleh pendampingan konsisten dari PNM yang percaya bahwa setiap perempuan bisa mandiri dan berdaya.

Baca juga: Berkat Klasterisasi PNM, Nasabah Merasa Didampingi dan Usaha Kian Bertumbuh

Selain itu, Bu Aan juga turut memberikan pesan yang samgat menyentuh untuk khalayak umum.

“Apa yang orang anggap tidak berguna, bisa jadi peluang besar asalkan kita punya niat dan keberanian,” ujarnya, dengan senyum yang menyimpan banyak perjuangan.

Kisah Bu Aan adalah bukti nyata bahwa pemberdayaan bukan sekadar teori. Dengan pendampingan yang tepat dan kemauan untuk berusaha, siapa pun bisa menciptakan perubahan bahkan dari tengah gunung sampah sekalipun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU