Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 29 JANUARI 2026 • 14:40 WIB

Kontribusi Ekspor Menguat, Industri Furnitur Indonesia Hadapi Tantangan Konektivitas Global

Kontribusi Ekspor Menguat, Industri Furnitur Indonesia Hadapi Tantangan Konektivitas Global(INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Industri furnitur dan mebel nasional memegang peranan penting dalam struktur ekonomi Indonesia dengan potensi pertumbuhan pasar yang masih sangat terbuka lebar. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, sektor ini mengukuhkan posisinya di peringkat kedua pada subsektor kerajinan melalui kontribusi ekspor sebesar 12,2 persen. 

Angka ini menjadi bukti nyata bahwa industri furnitur merupakan sektor yang mampu menciptakan nilai tambah tinggi serta memiliki daya saing yang kuat di pasar internasional.

Baca juga: Sonoma Furniture: Mebel Premium dari Demak Tembus Pasar Global

Namun, di tengah pasar furnitur global bernilai ratusan miliar dolar AS per tahun, bangsa Indonesia masih berada di bawah satu persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama industri furnitur nasional bukan terletak pada potensi, melainkan pada konektivitas rantai nilai, mulai dari material, teknologi produksi, hingga akses langsung ke pasar internasional. 

Akses ke pasar utama seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Asia Timur telah terbentuk, namun masih memerlukan penguatan dari sisi standardisasi, inovasi, efisiensi produksi, dan integrasi antar segmen industri, termasuk keterlibatan desainer dan pelaku kreatif dalam proses hulu ke hilir.

Memperluas Jaringan ke Asia Tenggara Maupun Global 

Pameran internasional hadir sebagai instrumen strategis bagi Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar, baik di level Asia Tenggara maupun global. 

Saat ini, fungsi pameran telah berevolusi dari sekadar ajang pamer produk menjadi titik temu antara inovasi desain, kemajuan teknologi, dan dinamika pasar. 

Di sinilah ekosistem industri nasional terintegrasi langsung dengan pembeli internasional, penyedia material, serta jaringan distribusi global dalam satu sinergi lintas negara yang komprehensif. Di sisi domestik, perubahan pola hunian turut membentuk arah baru desain furnitur dan interior di Indonesia. 

Pertumbuhan signifikan pada segmen rumah berukuran kecil menciptakan kebutuhan dan pasar yang besar akan furnitur ringkas, modular, dan solusi hemat ruang yang relevan bagi gaya hidup urban dan first-time homeowners

Desain tidak lagi hanya soal estetika, tetapi juga efisiensi ruang, fleksibilitas, dan fungsi. Tren tersebut diperkuat oleh meningkatnya hunian apartemen serta pemulihan sektor pariwisata.

Di Jakarta, pasokan apartemen telah melampaui 230.000 unit, dengan tingkat hunian mendekati 88 persen, mendorong permintaan akan furnitur siap rakit, sistem modular, dan solusi interior yang praktis.

Lonjakan angka kunjungan wisatawan internasional ke angka 13,9 juta orang berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan interior untuk sektor pariwisata dan gaya hidup. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kontribusi Ekspor Menguat, Industri Furnitur Indonesia Hadapi Tantangan Konektivitas Global

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!