UMKM Minuman Beras Kencur Tiga Putri Desa Ngabab. (Catleya Fauziah/Z Creators)
INDOZONE.ID - Di tengah gempuran minuman siap saji dengan segala “serba P” seperti pengawet, pewarna, pemanis buatan, dan perisa, sebuah usaha kecil di Desa Wisata Edukasi Ngabab justru memilih berjalan berlawanan arah. Sejak 2013, Jamu Beras Kencur Tiga Putri hadir bukan sekadar sebagai produk minuman tradisional, melainkan sebagai gerakan kecil untuk mengembalikan budaya hidup sehat kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Berawal dari skala usaha yang sangat kecil, Jamu Beras Kencur Tiga Putri lahir dari keprihatinan melihat anak-anak dan remaja yang lebih akrab dengan minuman instan dibandingkan minuman alami warisan leluhur. Jamu, yang selama ini identik dengan rasa pahit, kental, dan dianggap sebagai “minuman orang tua”, perlahan mulai ditinggalkan. Dari kegelisahan tersebut muncul tekad untuk menghadirkan jamu dengan citra baru yang lebih segar, alami, dan ramah bagi semua usia.
Baca juga: Dari Desa Ngabab ke Pasar Kota, Kisah I Suka Produksi Susu dan Yoghurt Lokal
Beras kencur dipilih bukan tanpa alasan. Minuman tradisional ini dikenal memiliki rasa yang relatif ringan, menyegarkan, serta kaya manfaat. Melalui inovasi rasa dan penyajian, Jamu Beras Kencur Tiga Putri berhasil mengikis stigma jamu sebagai minuman pahit yang kurang menarik. Disajikan sebagai minuman alami yang sehat dan menyegarkan, jamu ini aman dikonsumsi oleh semua kalangan tanpa efek samping negatif. Nilai utama yang terus dijaga hingga kini adalah kejujuran bahan serta kesetiaan pada proses alami.
Tahun 2015 menjadi tonggak penting bagi usaha ini ketika mulai mengurus perizinan. Pada masa itu, izin PIRT dinilai sudah cukup untuk menjalankan usaha. Namun, seiring berkembangnya bisnis dan meningkatnya kepercayaan konsumen, kelengkapan perizinan terus ditingkatkan secara bertahap, mulai dari uji laboratorium air hingga sertifikasi halal.
Jamu Beras Kencur Tiga Putri Desa Ngabab. (Catleya Fauziah/Z Creators)
Langkah tersebut bukan sekadar bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga wujud komitmen untuk menghadirkan produk yang aman, sehat, dan terpercaya.
Perjalanan usaha ini tentu tidak selalu mulus. Jamu Beras Kencur Tiga Putri sempat mengalami pasang surut hingga akhirnya mencapai masa puncak pada periode 2017–2019. Pada masa tersebut, omzet penjualan saat Lebaran mampu menembus lebih dari 1.000 dus, sebuah pencapaian yang tergolong luar biasa bagi UMKM desa.
Lebih dari sekadar angka, keberhasilan ini juga membawa dampak sosial yang nyata. Usaha ini mampu menyerap tenaga kerja sekitar tujuh orang warga sekitar, sekaligus ikut menggerakkan roda perekonomian lokal Desa Ngabab.
Baca juga: Mendag Pastikan Kerja Sama Indonesia-EAEU FTA Bakal Berpihak ke UMKM
Produk Jamu Tiga Putri dikemas dalam ukuran 120 ml berbentuk cup yang praktis dan mudah dikonsumsi. Satu dus berisi 32 cup dengan harga Rp37.000 per dus, sementara pembelian satuan dibanderol sekitar Rp1.115 per cup. Harga yang terjangkau menjadi salah satu faktor penting yang membuat jamu ini tetap dekat dengan masyarakat.
Di tengah perjalanannya, Jamu Beras Kencur Tiga Putri juga sempat terlibat dalam Program MBG dengan mengisi menu selingan sebagai alternatif minuman selain susu. Meski porsinya belum besar, keterlibatan tersebut menjadi bukti bahwa jamu tradisional masih relevan dan mampu bersaing sebagai pilihan minuman sehat.
Hingga kini, Jamu Beras Kencur Tiga Putri tetap berdiri sebagai simbol ketekunan UMKM desa yang berani berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisi. Dari Desa Wisata Edukasi Ngabab, jamu tidak lagi sekadar minuman masa lalu, melainkan hadir sebagai bagian dari gaya hidup sehat masa kini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan