Sabtu, 18 JULI 2026 • 11:40 WIB

Filosofi Pohon Pisang dan Warisan Turun-temurun yang Kembangkan Gobel Group

Author

Mendiang Rachmat Gobel. (Istimewa)

INDOZONE.ID - Kepergian seorang tokoh tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan kerja dan industri yang pernah ia bangun. Hal itu turut dirasakan atas wafatnya Chairman Gobel Group, almarhum Dr. (H.C.) H. Rachmat Gobel, yang selama bertahun-tahun dikenal berkontribusi dalam perkembangan dunia usaha di Indonesia.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah tokoh, pelaku usaha, hingga masyarakat menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya Rachmat Gobel. Banyak di antaranya juga membagikan pengalaman dan kesan selama mengenal almarhum, baik sebagai pemimpin perusahaan maupun pribadi yang dikenal dekat dengan berbagai kalangan.

Selain membangun perusahaan yang telah berkembang selama lebih dari tujuh dekade, Rachmat Gobel juga meninggalkan sejumlah nilai yang selama ini menjadi pedoman dalam menjalankan kegiatan usaha. Nilai-nilai tersebut dinilai berperan dalam membentuk arah dan budaya perusahaan hingga kini.

Baca juga: Merkantilisme: Sejarah, Ciri, Tokoh, dan Pengaruhnya Terhadap Sistem Ekonomi Modern

"Kami kehilangan seorang pemimpin yang telah memberikan teladan, dan inspirasi bagi Gobel Group. Namun Bapak Rachmat Gobel juga telah mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih besar, yaitu fondasi perusahaan yang kuat, budaya yang hidup, serta nilai-nilai yang menjadi pedoman bagi seluruh keluarga besar Gobel Group," kata Hiramsyah S. Thaib, President Director & Group CEO Gobel Group.

"Cara terbaik kami menghormati beliau adalah dengan menjaga amanah tersebut dan terus melanjutkan cita-cita beliau agar Gobel Group senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” lanjutnya.

Filosofi Pohon Pisang dan Nilai yang Diwariskan kepada Generasi Penerus

Salah satu nilai yang menjadi pegangan Gobel Group adalah Filosofi Pohon Pisang, yang diwariskan oleh pendiri perusahaan, almarhum Thayeb Mohammad Gobel.

Filosofi ini menggambarkan pentingnya memberi manfaat bagi sesama, sebagaimana setiap bagian pohon pisang memiliki kegunaan. Selain itu, pohon pisang juga melambangkan keberlanjutan karena hanya menyelesaikan siklus hidupnya setelah tunas baru tumbuh sebagai penerus.

Rachmat Gobel kemudian melanjutkan filosofi tersebut sebagai salah satu prinsip dalam menjalankan perusahaan. Baginya, keberlanjutan tidak hanya diukur dari perkembangan bisnis, tetapi juga dari kemampuan menyiapkan generasi penerus, memperkuat organisasi, serta menjaga agar perusahaan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Prinsip inilah yang melahirkan budaya Gobel Group bahwa setiap insan perusahaan memiliki peran untuk bertumbuh, saling menguatkan, berinovasi, dan bekerja dengan keyakinan bahwa kerja adalah bentuk pengabdian.

Menyiapkan Regenerasi untuk Menjaga Keberlanjutan

Hingga kini, perusahaan terus mengembangkan organisasi melalui penguatan tata kelola, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia. 

Perusahaan juga telah memiliki sejumlah unit usaha yang bergerak di berbagai sektor dengan dukungan ribuan karyawan di seluruh Indonesia.

Dalam perkembangannya, regenerasi dipandang sebagai bagian penting dari keberlanjutan organisasi. Proses ini tidak hanya berkaitan dengan pergantian kepemimpinan, tetapi juga upaya mewariskan nilai, membangun karakter, serta mempersiapkan generasi penerus agar mampu melanjutkan tanggung jawab dan arah perusahaan.

Sebagai bagian dari proses regenerasi, M. Arif Rachmat Gobel mulai diperkenalkan dengan lingkungan perusahaan sejak usia muda. 

Saat masih duduk di bangku SMP, ia mengikuti program pembelajaran di area operasional, termasuk mengenal aktivitas pabrik dan kehidupan di lingkungan karyawan sebagai bagian dari proses memahami cara kerja perusahaan.

Setelah menempuh pendidikan tinggi di Jepang, Arif melanjutkan perjalanan kariernya dengan memulai dari divisi penjualan sebelum menjalankan berbagai peran di lingkungan perusahaan hingga kini menjabat sebagai Director & Digital Transformation Leader. 

Baca juga: UMKM Bikin Banyak Lini Bisnis Bertumbuh, Wamen Helvi Minta Perkuat Ekosistemnya

Proses tersebut mencerminkan pendekatan regenerasi yang menekankan pengalaman langsung, pembelajaran berkelanjutan, serta pemahaman terhadap berbagai aspek operasional perusahaan.

"Ayahanda selalu mengajarkan bahwa perusahaan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Beliau juga mengajarkan bahwa kepemimpinan adalah amanah yang harus dijalankan dengan kerendahan hati, kemauan untuk terus belajar, dan keberanian mempersiapkan generasi berikutnya. Nilai-nilai itulah yang akan terus kami jaga dan lanjutkan bersama seluruh keluarga besar Gobel Group," ujar Arif Rachmat Gobel.

Berlandaskan fondasi kokoh yang dirintis Almarhum Thayeb Mohammad Gobel dan diperkuat oleh kepemimpinan Almarhum Dr. (H.C.) H. Rachmat Gobel, Gobel Group siap melanjutkan visi jangka panjang perusahaan. Komitmen ini diwujudkan melalui tata kelola yang kuat, inovasi berkelanjutan, serta pengembangan talenta lintas generasi. 

Dengan menjaga teguh nilai-nilai warisan pendiri, Gobel Group terus bertumbuh sebagai perusahaan lokal yang adaptif dan kompetitif, demi memberikan kontribusi nyata yang lebih besar bagi masyarakat dan bangsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Siaran Pers

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU