Jumat, 05 JUNI 2026 • 14:13 WIB

SBY: UMKM Penopang Ekonomi Negara di Tengah Situasi Ketidakpastian Global

Author

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono berpidato dalam The 2026 Asia Grassroots Forum. (Foto: Dewi Kania/Z Creators)

INDOZONE.ID - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti situasi ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. 

Menurutnya, penguatan ekonomi akar rumput menjadi pondasi penting agar Indonesia tangguh menghadapi berbagai gejolak dunia.

Dalam pidatonya pada The 2026 Asia Grassroots Forum by Amartha, SBY menyoroti lingkungan global yang telah telah berubah. 

Ia menyebut, persaingan geopolitik semakin intens, perang dan konflik terus terjadi di berbagai belahan dunia, fragmentasi ekonomi semakin terlihat, proteksionisme kembali menguat, hingga rantai pasok sedang ditata ulang.

Baca juga: Rupiah Melemah, UKM Konveksi Pakaian Dalam di Klaten Nyaris Menyerah

“Dalam banyak hal, ketidakpastian tidak lagi bersifat sementara. Ketidakpastian telah menjadi bagian dari keseharian.”

“Ketidakpastian ini tidak hanya berdampak pada pemerintah dan pasar keuangan, tetapi juga pada masyarakat biasa, para pekerja, petani, generasi muda, pelaku usaha, dan komunitas yang berusaha beradaptasi di tengah dunia yang berubah dengan sangat cepat,” ungkapnya di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.

Selain itu, kata SBY, sebuah negara sebenarnya dapat mencatat angka ekonomi yang mengesankan. 

Namun pada saat yang sama, bisa mengalami pelebaran kesenjangan, menurunnya kepercayaan, dan fragmentasi sosial. 

Baca juga: Bangkit dari Dampak PHK saat Pandemi, Ibu Ila Kembangkan Usaha Jahit Berkat PNM Mekaar

Terlebih saat ini, transformasi teknologi, terutama artificial intelligence dan digitalisasi, bergerak lebih cepat daripada kemampuan masyarakat untuk sepenuhnya mencermati dan mengimbangi. 

Karenanya, kepemimpinan menjadi semakin penting dibandingkan sebelumnya. 

“Tantangan di hadapan kita bukan sekadar ekspansi ekonomi. Tantangannya adalah membangun masyarakat yang tangguh di era disrupsi. Dalam hal ini, saya percaya Asia memiliki keunggulan penting,” imbuhnya. 

UMKM Penopang Ekonomi 

Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, SBY justru menilai UMKM menjadi kunci membangun ketahanan ekonomi. 

Baca juga: Dari Bertahan Hidup hingga Berprestasi, Eros Rosita Kembangkan Usaha Bersama PNM Mekaar

Menurutnya, Indonesia dan negara-negara anggota ASEAN bisa menghadapi tantangan ekonomi, karena memiliki jutaan pelaku UMKM, yang menjadi tulang punggung perekonomian kawasan.

"Memberdayakan UMKM bukan semata-mata agenda sosial. Ini adalah agenda ekonomi yang strategis. Negara-negara yang memperkuat kewirausahaan akar rumput akan memiliki ketahanan yang lebih kuat, partisipasi ekonomi yang lebih luas, dan stabilitas sosial yang lebih besar,” paparnya.

Ia mengakui bahwa UMKM sejak dahulu mampu menopang aktivitas ekonomi sehari-hari melalui berbagai sektor, mulai dari perdagangan, manufaktur skala kecil, pertanian, perikanan, logistik, hingga usaha berbasis digital.

“Saya menyaksikan langsung bagaimana ketahanan di tingkat akar rumput menjadi sangat penting pada masa-masa krisis,” ucapnya.

Baca juga: Marak Penipuan Digital dan Scam Paylater, Masyarakat Diminta Lebih Waspada

SBY juga mengingat bahwa Indonesia telah berhasil menghadapi banyak momen sulit. 

Pada 1997-1998, Indonesia mengalami dampak krisis finansial Asia, pernah juga menghadapi ancaman terorisme, serta berbagai bencana alam dahsyat, termasuk tsunami Aceh pada 2004. 

Selain itu, Indonesia juga menghadapi krisis keuangan global pada 2008.

Menurut SBY, pada masa-masa krisis tersebut, bangsa menjadi lebih kuat ketika masyarakat tetap aktif secara ekonomi, tetap terhubung secara sosial, dan tetap memiliki harapan terhadap masa depan.

“Kami tidak hanya berupaya menjaga stabilitas makroekonomi, tetapi juga memperluas partisipasi ekonomi, memperkuat institusi demokrasi, mengurangi kemiskinan, dan membuka peluang yang lebih luas,” ucapnya.

Baca juga: PNM Mekaar Bantu Perempuan Ultra Mikro Tumbuh dan Terbebas dari Jerat Rentenir

Peluang Baru untuk Tingkatkan Ekonomi

Di masa sekarang, SBY melihat peluang baru untuk mempertahankan ekonomi agar menjadi lebih baik, dengan teknologi melalui digital finance dan e-commerce. 

Menurutnya, platform digital dapat membantu jutaan pelaku usaha kecil memperoleh akses ke pasar, pembiayaan, pendidikan, dan peluang dengan cara yang sebelumnya sulit dibayangkan.

“Seorang pelaku usaha kecil di desa kini dapat menjangkau pelanggan di seluruh negeri melalui smartphone. Petani dapat memperoleh akses langsung terhadap informasi pasar,  pelaku usaha perempuan dapat berpartisipasi penuh dalam ekonomi formal,” terangnya. 

Namun ia juga mengingatkan agar teknologi tidak menjadi kesenjangan di beberapa kelompok masyarakat. Terlebih jika aksesnya hanya terkonsentrasi pada mereka yang sudah memiliki hak istimewa. 

Baca juga: PNM Dukung Integrasi Ekosistem UMKM melalui SAPA UMKM

“Masa depan yang kita bangun tidak boleh hanya maju secara digital, tetapi juga harus seimbang secara sosial,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU