Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 28 MEI 2026 • 14:35 WIB

UMKM Lebih Pilih Layanan Logistik Antar Barang, Pengiriman Jarak Jauh Naik 47%

UMKM Lebih Pilih Layanan Logistik Antar Barang, Pengiriman Jarak Jauh Naik 47%Ilustrasi pengiriman logistik. (Dok. Istimewa)

INDOZONE.ID - Jasa pengiriman dan transportasi on-demand mencatat pertumbuhan pengiriman jarak jauh sebesar 47% secara tahunan (year-on-year) pada periode Januari–April 2026. Pertumbuhan ini disebut mengalami kenaikan jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini menunjukkan semakin banyak pelaku usaha yang mengandalkan layanan pengiriman fleksibel untuk mendukung operasional bisnis tanpa harus menyediakan armada sendiri. Tentunya kehadiran jasa pengiriman ini sangat memudahkan para pebisnis dan bisa menghemat bujet operasional.

Melalui layanan pengiriman jarak jauh, Lalamove hadir sebagai solusi logistik yang membantu bisnis meningkatkan efisiensi biaya operasional, mulai dari penghematan biaya bahan bakar, perawatan kendaraan, hingga pengelolaan armada internal.

Managing Director Lalamove Indonesia Andito B. Prakoso mengatakan, catatan tentang pertumbuhan positif ini menunjukkan bahwa kebutuhan logistik kini semakin berkembang.

Baca juga: Di Tengah Ekonomi Tak Pasti, Bisnis Logistik Justru Tancap Gas ke Eropa

Menurut Andito, jasa layanan logistik kini tidak hanya untuk pengiriman instan dalam kota, tetapi juga untuk mendukung distribusi antar-wilayah dengan lebih efisien. 

“Kami ingin terus menjadi mitra logistik yang dapat membantu pelaku usaha berkembang melalui solusi pengiriman yang fleksibel dan mudah diakses,” ujar Andito di Jakarta.

Lokasi Mana yang Paling Banyak Dituju?

Andito mengungkapkan, berdasarkan data internal bahwa mayoritas pengiriman jarak jauh berada pada rentang jarak 50–80 kilometer, dengan kontribusi sebesar 78% dari total pengiriman.

Sementara itu, pengiriman dengan jarak 80–100 kilometer menyumbang 9%, dan pengiriman di atas 100 kilometer mencapai 13%. 

Baca juga: Daftar Emiten Transportasi dan Logistik di Bursa Efek Indonesia, Apa Saja?

Berdasarkan data tersebut, rute pengiriman yang paling banyak digunakan meliputi Jakarta–Kota Tangerang, Jakarta–Cikarang, dan Jakarta–Bandung. Tingginya aktivitas pengiriman pada rute tersebut mencerminkan kebutuhan distribusi yang semakin dinamis di kawasan penyangga dan pusat ekonomi. 

Tren ini, kata Andito, juga sejalan dengan meningkatnya kebutuhan distribusi yang cepat di kawasan penyangga kota besar. Kemudian pertumbuhan aktivitas perdagangan dan UMKM. 

“Berdasarkan data perusahaan, pickup bak menjadi armada yang paling sering digunakan untuk pengiriman jarak jauh dengan kontribusi sebesar 27%, disusul van sebesar 22%, dan sedan sebesar 21%,” tambah dia. 

Lebih lanjut, dari sisi industri, sektor retail dan wholesale menjadi kategori bisnis yang paling banyak memanfaatkan layanan pengiriman jarak jauh. Tren ini juga memperlihatkan bagaimana pelaku usaha yang semakin membutuhkan solusi logistik yang praktis, cepat, dan fleksibel.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

UMKM Lebih Pilih Layanan Logistik Antar Barang, Pengiriman Jarak Jauh Naik 47%

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!