Ilustrasi Industri Logistik. (Dok. Gemini)
INDOZONE.ID - Di tengah situasi ekonomi tak menentu perusahaan logistik justru berani berekspansi ke negara-negara Eropa, Timur Tengah, hingga Afrika. Sementara Jerman menjadi salah satu negara di Eropa yang pertama kali disasar.
Sebab, Usaha Kecil dan Menengah atau UKM di Jerman masih menghadapi berbagai tantangan logistik, mulai dari layanan yang kurang fleksibel, biaya operasional yang tinggi, hingga keterbatasan akses terhadap layanan pengiriman on-demand yang transparan dan mudah dilacak tanpa harus terikat kontrak jangka panjang.
Salah satu tantangan ini dihadapi oleh sebuah toko bunga di Berlin yang sebelumnya mengelola pengiriman secara mandiri. Pada saat hari-hari besar, tak jarang mereka kewalahan dalam memenuhi permintaan pelanggan.
Baca juga: Daftar Emiten Transportasi dan Logistik di Bursa Efek Indonesia, Apa Saja?
Tapi sejak ada kurir di Berlin, toko ini menyediakan layanan antar yang lebih konsisten melalui aplikasi. Tentu saja pelaku bisnis tak lagi khawatir dan omzetnya juga bisa bertambah.
Karena tingginya permintaan itu, maka untuk operasional kurir di Berlin semakin banyak diminati. Terlebih sistem kerjanya fleksibel, yang membuat para kurir ini bisa memilih waktu kerja dan jenis pesanan sesuai preferensi mereka.
Dengan sistem ini, mereka bisa membuka peluang penghasilan tambahan, sekaligus memberikan keleluasaan lebih dalam bekerja. Model ini juga turut membantu UKM memperoleh akses ke layanan pengiriman yang siap digunakan kapanpun dibutuhkan.
Chief Operating Officer of Lalamove Paul Loo mengatakan, model pengiriman on-demand ini sangat memudahkan bisnis online. Karena bisa menyesuaikan kapasitas pengiriman secara lebih fleksibel, tanpa perlu menanggung biaya tetap untuk pengelolaan armada sendiri.
Baca juga: PU Gerak Cepat Buka Akses Sumatera untuk Kelancaran Logistik ke Wilayah Terdampak Bencana
“Kami ingin menghadirkan solusi pengiriman on-demand yang fleksibel dan terjangkau untuk membantu bisnis mengirim barang maupun dokumen dengan lebih cepat, menghadapi periode permintaan tinggi secara lebih efisien, serta menjaga visibilitas pengiriman dari proses penjemputan hingga barang diterima,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Sementara itu, jumlah kantor dan UKM di mencapai lebih dari 3,4 juta. Mereka membutuhkan solusi logistik yang mampu mengikuti dinamika operasional sehari-hari.
Selain toko bunga, ada juga toko makanan beku untuk hewan peliharaan, bengkel sepeda, universitas dan lembaga riset yang mengirim dokumen penting, hingga perusahaan katering, yang membutuhkan bantuan kurir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: