INDOZONE.ID - Inflasi jadi salah satu masalah ekonomi yang paling terasa dampaknya di kehidupan sehari-hari. Saat inflasi naik, harga kebutuhan pokok, transportasi, hingga berbagai layanan ikut mahal. Akibatnya, daya beli masyarakat bisa menurun dan kondisi ekonomi jadi kurang stabil.
Karena itu, Bank Indonesia atau BI memiliki peran penting untuk menjaga harga barang tetap terkendali agar ekonomi tetap berjalan sehat.
Baca juga: Uji 2.100 Calon Ahli K3 Umum Batch 2, Kemnaker Mau Perkuat Budaya Keselamatan Kerja
Apa Itu Inflasi?
Inflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa naik secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu.
Jika inflasi terlalu tinggi, uang yang dimiliki masyarakat jadi terasa lebih kecil nilainya karena barang yang bisa dibeli semakin sedikit.
Contoh paling sederhana, harga beras, minyak goreng, atau bahan bakar naik bersamaan dalam waktu singkat.
Tugas Utama Bank Indonesia Mengendalikan Inflasi
Sebagai bank sentral Indonesia, Bank Indonesia memiliki tugas utama menjaga stabilitas nilai rupiah.
Artinya, BI harus memastikan harga barang dan jasa tetap stabil, nilai tukar rupiah tetap terjaga, hingga kondisi ekonomi tetap kondusif. Karena itu, pengendalian inflasi jadi salah satu fokus utama BI agar masyarakat tidak terlalu terbebani kenaikan harga.
Baca juga: Purbaya Tegaskan Tak akan Jalankan Tax Amnesty Lagi Tanpa Perintah Presiden
Cara BI Mengatasi Inflasi
Untuk menekan inflasi, BI memiliki beberapa strategi dan kebijakan yang biasanya dilakukan saat harga-harga mulai naik terlalu cepat.
1. Menaikkan Suku Bunga Acuan
Salah satu cara paling umum adalah menaikkan suku bunga acuan atau BI7DRR.
Ketika suku bunga naik bunga pinjaman jadi lebih mahal, masyarakat cenderung mengurangi belanja atau kredit, dan peredaran uang jadi lebih terkendali. Dengan begitu, permintaan barang bisa menurun dan inflasi perlahan mereda.
Sebaliknya, saat ekonomi melambat, BI bisa menurunkan suku bunga agar konsumsi dan investasi kembali meningkat.
2. Mengatur Jumlah Uang Beredar
BI juga mengontrol jumlah uang yang beredar di masyarakat melaluui operasi pasar terbuka, dengan cara menjual atau membeli surat berharga negara dan instrumen keuangan lainnya.
Jika uang yang beredar terlalu banyak, BI biasanya akan menyerap likuiditas agar inflasi tidak semakin tinggi.
3. Menjaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar rupiah juga berpengaruh besar terhadap inflasi, terutama untuk barang impor. Jika rupiah melemah terlalu jauh, harga barang impor bisa ikut naik dan memicu inflasi.
Karena itu, BI sering melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga rupiah tetap stabil.
Baca juga: Pertama di Indonesia, Kalsel Terapkan Transaksi Non-Tunai di Seluruh Desa
4. Mengatur Giro Wajib Minimum (GWM)
BI juga bisa mengatur cadangan minimum yang harus disimpan bank atau Giro Wajib Minimum (GWM).
Kalau GWM dinaikkan,bank memiliki dana lebih sedikit untuk menyalurkan kredit, peredaran uang berkurang, dan inflasi bisa ditekan.
Sebaliknya, jika GWM diturunkan, kredit lebih mudah disalurkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
5. Mengawasi Kredit dan Sistem Keuangan
Selain kebijakan moneter, BI juga menerapkan kebijakan makroprudensial untuk menjaga sistem keuangan tetap sehat.
Misalnya:
- Mengatur uang muka kredit kendaraan
- Membatasi rasio pinjaman tertentu
- Mengontrol pertumbuhan kredit berlebihan
Tujuannya agar tidak terjadi lonjakan utang atau gelembung aset yang bisa memicu inflasi.
Kenapa Pengendalian Inflasi Penting?
Inflasi yang terlalu tinggi bisa berdampak ke banyak hal, seperti:
- Harga kebutuhan makin mahal
- Daya beli masyarakat turun
- Investasi melambat
- Ekonomi jadi tidak stabil
Baca juga: Menkeu Sebut Posisi Utang RI Masih Aman, Rasio di Bawah Batas Maksimal
Karena itu, langkah-langkah yang dilakukan Bank Indonesia bertujuan menjaga ekonomi tetap sehat sekaligus melindungi daya beli masyarakat agar harga barang tidak terus melonjak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Politeknik Penerbangan Palembang