Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 12 MEI 2026 • 14:47 WIB

Pertama di Indonesia, Kalsel Terapkan Transaksi Non-Tunai di Seluruh Desa

Pertama di Indonesia, Kalsel Terapkan Transaksi Non-Tunai di Seluruh DesaIlustrasi transaksi non-tunai (Freepik)

INDOZONE.ID - Kalimantan Selatan menjadi salah satu provinsi pertama di Indonesia yang seluruh desanya menerapkan transaksi non-tunai dan penggunaan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) online secara menyeluruh.

Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel Wahyu Widyo Nugroho menyampaikan bahwa penerapan transaksi non-tunai ini telah berlangsung sejak 2024.

Sistem ini terus berjalan dan menjadi salah satu upaya meningkatkan transparansi serta efektivitas pengelolaan dana desa.

Baca juga: Dorong Transaksi Non-Tunai, UMKM Tunjukkan Kesiapan Masuk Era Ekonomi Digital

"Pada 2024 seluruh desa sudah menerapkan transaksi non-tunai," kata Wahyu Widyo di Banjarbaru, Kalsel, Selasa (12/5/2026).

Meski telah berjalan, Wahyu mengakui masih ada beberapa kendala di lapangan, terutama terkait jaringan dan keterbatasan fasilitas perbankan di pelosok desa. 

"Rata-rata layanan perbankan masih berada di ibu kota kabupaten, sehingga beberapa perangkat desa harus menempuh jarak tertentu untuk mengakses ATM atau layanan bank," sambungnya. 

Pihaknya terus mendorong peningkatan layanan perbankan digital melalui kerja sama dengan Bank Kalsel, termasuk pengembangan layanan laku pandai agar masyarakat dan perangkat desa lebih mudah melakukan transaksi keuangan di wilayah terpencil.

"Kami terus berkoordinasi dengan Bank Kalsel agar layanan keuangan digital bisa menjangkau seluruh pelosok desa di Kalimantan Selatan," paparnya.

Dia menambahkan DPMD Kalsel bersama Bank Kalsel terus melakukan pendampingan terhadap desa, terutama apabila terdapat gangguan teknis pada aplikasi maupun kendala jaringan di lapangan.

Baca juga: Banyak Merchant Terapkan Pembayaran Non-tunai, BI: Pembayaran Tunai Masih Diperlukan!

Menurutnya, penerapan transaksi nontunai dilakukan untuk meminimalisir peredaran uang tunai dalam proses pengelolaan keuangan desa sekaligus mempercepat proses pembayaran.

"Sekarang, transaksi langsung dari rekening desa ke rekening penyedia atau perangkat desa. Jadi tidak ada lagi uang yang dibawa secara tunai dalam jumlah besar," katanya.

Wahyu menuturkan sebelumnya transaksi keuangan desa masih dilakukan secara manual dan sebagian menggunakan sistem offline.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pertama di Indonesia, Kalsel Terapkan Transaksi Non-Tunai di Seluruh Desa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!