INDOZONE.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju level 8 persen mulai menunjukkan sinyal positif.
“Pertumbuhan 8 persen mungkin orang-orang bilang terlalu tinggi, tapi kalau untuk saya sudah hampir kelihatan,” ujarnya dalam acara di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/4/2026).
Purbaya memproyeksikan target tersebut dapat dicapai dalam dua hingga tiga tahun ke depan, seiring dengan penguatan berbagai sektor ekonomi.
Ia menilai, tanpa reformasi industri besar pun, ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh hingga 6 persen hanya dengan mengoptimalkan peran sektor swasta dan pemerintah.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025 Capai 5,39 Persen, Tertinggi di G20
“Nanti dua tahun atau tiga tahun lagi, anda sudah melihat angka 8 persen sudah menyundul ke atas,” katanya.
Untuk jangka pendek, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional dapat melampaui 5,5 persen pada paruh pertama 2026.
Purbaya menjelaskan, saat ini pemerintah fokus membangun fondasi ekonomi yang kuat guna mendorong akselerasi pertumbuhan ke depan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Baca juga: Menkeu Purbaya Terbitkan Peraturan Baru, Perketat Batas Defisit APBD 2026
Di sisi lain, Kementerian Keuangan juga melakukan pembenahan internal, khususnya pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Menurut Purbaya, langkah reformasi tersebut mulai menunjukkan hasil positif, tercermin dari penerimaan pajak yang tumbuh 20,7 persen pada Maret 2026.
Ia menilai stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi.
“Kalau sebelumnya pertumbuhan ekonomi 5 persen, ke depan kita akan tumbuh lebih cepat lagi,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA