INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu bayar pakai QR code lalu langsung muncul tulisan QRIS?
Sekarang sistem pembayaran ini sudah jadi bagian dari keseharian banyak orang karena praktis dan cepat digunakan.
Tapi, masih banyak yang belum tahu nih kalau QRIS sebenarnya bukan aplikasi, melainkan standar pembayaran digital nasional.
Lalu, siapa sih penemu QRIS dan bagaimana awal mula sistem ini bisa hadir di Indonesia? berikut penjelasannya:
QRIS merupakan singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard. Sistem ini berfungsi sebagai standar nasional untuk pembayaran menggunakan QR code.
Sebelum QRIS hadir, pedagang biasanya harus menyediakan banyak QR code dari berbagai aplikasi dompet digital. Misalnya satu untuk GoPay, satu untuk OVO, satu untuk DANA, dan lainnya.
Dengan QRIS, cukup satu kode QR untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi. Jadi transaksi lebih praktis, cepat, dan efisien.
Kalau ditanya siapa penemu QRIS, jawabannya bukan satu orang.
QRIS lahir dari kolaborasi antara Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia sebagai upaya menyatukan sistem pembayaran digital di Indonesia
Baca juga: 4 Cara Menghemat Keuangan di Era Serba Qris
Nah, bank Indonesia ini berperan sebagai regulator sekaligus penggagas utama yang mendorong integrasi sistem pembayaran nasional.
Sementara ASPI, yang berisi para pelaku industri sistem pembayaran, membantu menyusun standar teknis agar berbagai aplikasi dan layanan pembayaran bisa terhubung dalam satu sistem.
Jadi kedua instansi ini berkerja sama hingga muncullah qris.
Namun tidak bisa dipungkiri adapun salah satu tokoh penting di balik lahirnya QRIS yaitu Perry Warjiyo, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Insancendekiaska.org