Senin, 16 MARET 2026 • 18:40 WIB

BI Catat Utang Luar Negeri Indonesia Januari 2026 Capai 434,7 Miliar Dolar AS

Author

Bank Indonesia. (ANTARA)

INDOZONE.ID - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2026 tetap terjaga di level 434,7 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 1,7 persen (year on year/yoy).

Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2025 yang tercatat sebesar 1,8 persen (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan bahwa perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh dinamika ULN sektor publik.

“Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh ULN sektor publik,” ujar Ramdan dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (16/3/2026)

Secara rinci, ULN pemerintah pada Januari 2026 tercatat sebesar 216,3 miliar dolar AS, atau tumbuh 5,6 persen (yoy). Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2025 yang sebesar 5,5 persen (yoy).

Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri untuk mendukung pelaksanaan berbagai program dan proyek pemerintah.

Selain itu, masuknya aliran modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional turut berkontribusi, seiring tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Baca juga: Apa Itu Waran Saham? Pengertian, Cara Kerja, dan Risikonya bagi Investor

Sebagai salah satu sumber pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah mengelola ULN secara cermat, terukur, dan akuntabel. Pemanfaatannya diarahkan untuk mendukung pembiayaan program prioritas sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal dan memperkuat perekonomian nasional.

Berdasarkan sektor ekonomi, penggunaan ULN pemerintah antara lain dialokasikan untuk sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22,0 persen dari total ULN pemerintah.

Selanjutnya sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 20,3 persen, sektor pendidikan 16,2 persen, konstruksi 11,6 persen, serta transportasi dan pergudangan 8,5 persen.

Struktur ULN pemerintah juga didominasi oleh utang jangka panjang dengan porsi mencapai 99,98 persen dari total ULN pemerintah.

Di sisi lain, ULN sektor swasta mengalami penurunan dari 194,0 miliar dolar AS pada Desember 2025 menjadi 193,0 miliar dolar AS pada Januari 2026.

Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi 0,7 persen (yoy) pada Januari 2026. Penurunan ini lebih dalam dibandingkan kontraksi pada bulan sebelumnya yang sebesar 0,2 persen (yoy).

Baca juga: 10 Negara dengan Utang Terbesar di Dunia, Kok Bisa? Berikut Alasannya

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh ULN perusahaan nonlembaga keuangan (nonfinancial corporations).

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta sektor pertambangan dan penggalian. Keempat sektor tersebut memiliki pangsa sekitar 80,1 persen terhadap total ULN swasta.

ULN swasta juga masih didominasi oleh utang jangka panjang dengan porsi mencapai 76,2 persen dari total ULN swasta.

Bank Indonesia memastikan struktur ULN Indonesia tetap dalam kondisi sehat. Hal ini tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang menurun menjadi 29,6 persen pada Januari 2026, dibandingkan 29,9 persen pada Desember 2025.

Selain itu, dominasi utang jangka panjang yang mencapai 85,6 persen dari total ULN turut memperkuat ketahanan struktur pembiayaan eksternal Indonesia.

Ke depan, Bank Indonesia bersama pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN. Langkah ini dilakukan untuk memastikan utang luar negeri tetap mendukung pembiayaan pembangunan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan, dengan tetap meminimalkan risiko terhadap stabilitas perekonomian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU