Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 05 NOVEMBER 2025 • 18:33 WIB

Airlangga Bahas Solusi Utang “Whoosh”, Danantara Siap Turun Tangan

Airlangga Bahas Solusi Utang “Whoosh”, Danantara Siap Turun TanganMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Instagram/@airlanggahartarto_official) (Instagram/@airlanggahartarto_official)

INDOZONE.ID - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan permasalahan terkait utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau “Whoosh” akan dibahas secara teknis antar kementerian dan dengan Danantara Indonesia.

“Kita sedang bahas, nanti tentu dibicarakan secara teknis antar kementerian dan juga dengan solusi dengan Danantara,” ujar Menko Airlangga dalam wawancara cegat di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, dikutip dari ANTARA, Rabu.

Menurut Menko, Danantara Indonesia memiliki banyak solusi untuk menyelesaikan permasalahan terkait utang proyek “Whoosh” tersebut.

Baca juga: Presiden Prabowo: Jangan Ribut soal Utang Whoosh, Saya Sudah Pelajari dan akan Tanggung Jawab!

“Kalau korporasi kan banyak cara,” ujar Menko Airlangga.

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan para menteri untuk mencari solusi terbaik guna menyelesaikan masalah utang "Whoosh", termasuk membahas angka-angka yang terkait dan kemungkinan skenario penyelesaian utang yang dapat dilakukan pemerintah.

"Pak Airlangga, Menteri Keuangan, kemudian CEO Danantara diminta untuk menghitung lagi detail-detailnya, kemudian opsi-opsi untuk meminta, misalnya, perpanjangan masa pinjaman. Itu bagian dari skenario-skenario, skema yang terbaik," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

Di sisi lain, Danantara Indonesia menyatakan sudah menyiapkan dua skema untuk menyelesaikan utang dari proyek KCIC, yakni dengan mengambilalih infrastrukturnya dan memberikan dana tambahan.

Baca juga: 26 Tahun PNM Venture Capital: Tumbuh Tangguh di Tengah Ekonomi Lesu

"Apakah kemudian kita tambahkan equity yang pertama atau kemudian memang ini kita serahkan infrastrukturnya sebagaimana industri kereta api yang lain, infrastrukturnya itu milik pemerintah. Nah ini dua opsi ini yang kita coba tawarkan," ujar COO Danantara Indonesia Dony Oskaria.

Dony menjelaskan bahwa proyek KCIC memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, terutama dalam hal pengurangan waktu tempuh, dan saat ini jumlah penumpang KCIC terus meningkat, mencapai 30 ribu penumpang per hari.

"Tapi dari satu sisi kita juga memperhatikan keberlanjutan daripada KAI itu sendiri. Karena KCIC ini sekarang bagian daripada KAI, inilah yang kita cari solusi terbaik," pungkas Dony.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Airlangga Bahas Solusi Utang “Whoosh”, Danantara Siap Turun Tangan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!