Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 05 NOVEMBER 2025 • 19:40 WIB

Akademisi NTT Nilai Arah Kebijakan Energi Nasional Tanah Air Saat Ini Sudah Tepat

Akademisi NTT Nilai Arah Kebijakan Energi Nasional Tanah Air Saat Ini Sudah TepatIlustrasi energi. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

INDOZONE.ID - Sejumlah akademisi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersuara terkait arah kebijakan energi nasional di bawah kendali Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Mereka menilai, arah kebijakan energi saat ini sudah tepat.

Pakar kebijakan publik Universitas Nusa Cendana, Prof David B. W. Pandie menyebut jika Presiden Prabowo Subianto memiliki target yang dia nilai realistis jika didukung strategi yant tepat oleh pemerintahannya.

"Menurut saya, kebijakan pemerintah saat ini sudah ke arah yang benar, tapi desain implementasi tahapannya perlu dikomunikasikan secara lebih jelas ke publik, apa yang dilakukan setiap tahap, apa indikator keberhasilannya," kata Prof David seperti dikutip pada Rabu (5/11/2025).

Berkaitan dengan Energi Baru Terbarukan (EBT), Prof David menjelaskan ada dua poin penting untuk mendukung swasembada energi yang tengah dikejar oleh pemeritah.

Baca juga: Kenaikan Lifting Migas hingga Proyek EBT Dinilai Jadi Akses Menuju Kemandirian Energi

Pertama, edukasi soal kondisi Indonesia saat ini yang tengah mengalami krisis akibat impor energi dan kebocoran subsidi energi sehingga masyarakat bisa menggunakan energi dengan bijak dan subsidi yang diberikan bisa tepat sasaran.

Kedua, menggalang kekuatan perguruan tinggi untuk gencar melakukan riset EBT agar membangun generasi yang peduli dan solider terhadap energi. 

"Ilmu kita harus kuat untuk hasilkan EBT sesuai kondisi lokal. Sumber daya manusia dulu yang diperkuat, jadi peran teknologi penting untuk mendorong energi terbarukan lebih cepat. Kalau tidak, transisi akan lama dan tidak berujung,” ucapnya.

Disisi lain, Pakar energi dari Universitas Nusa Cendana, Prof Fredrik L. Benu menegasakan jika Provinsi NTT siap menjadi salah satu pusat suplai EBT nasional untuk mendukung agenda Asta Cita pemerintah.

NTT sendiri memiliki dua sumber energi strategis yang bisa menopang bauran energi nasional, yakni biomassa dan energi surya serta angin.

"NTT punya potensi besar. Sumba sebagai Sumba Iconic Island dan Timor sebagai Timor Biomass Island," kata Prof Fredrik.

Baca juga:  Lifting Migas Tembus 608 Ribu Barel per Hari, Swasembada Energi RI Cerah

Dalam kesempatan yang sama, pakar ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Dr Frits Fanggidae menegaskan jika EBT berperan penting menurunkan biaya produksi dan mendorong daya saing UMKM.

Sebab, listrik yang dihasilkan dari EBT harganya lebih murah, sehingga dapat menjadi intensif bagi UMKM di daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Keterangan Pers

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Akademisi NTT Nilai Arah Kebijakan Energi Nasional Tanah Air Saat Ini Sudah Tepat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!