INDOZONE.ID - Harga emas global yang terus merangkak naik ikut mendongkrak permintaan produk perhiasan Indonesia dari luar negeri.
Angkanya mencapai USD 9,1 miliar dalam satu tahun. Itu setara dengan lebih dari Rp 140 triliun.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut ini sebagai sinyal kuat.
"Peningkatan ini menunjukkan bahwa sektor industri perhiasan Indonesia memiliki peluang besar untuk terus tumbuh di pasar internasional. Momentum positif ini harus dijaga melalui penguatan kualitas dan kepercayaan terhadap produk dalam negeri," ujar Agus dalam pernyataannya yang diterima Indozone, Senin, (9/3/2026).
Baca juga: Kemenperin Permudah TKDN, Industri Kecil Bisa Self Declare
Baca juga: Kemenperin Percepat Sertifikasi Halal, Industri Makin Kuat
Kemenperin Dorong Program Uji Profisiensi Emas
Namun ada masalah. Lonjakan produksi tanpa sistem pengujian yang konsisten bisa jadi bumerang.
Satu temuan kadar emas yang tidak sesuai di pasar internasional, cukup untuk merusak reputasi yang sudah dibangun bertahun-tahun.
Program Uji Profisiensi (PUP) adalah jawabannya.
Secara sederhana, PUP adalah program di mana beberapa laboratorium menguji objek yang sama secara bersamaan, lalu hasilnya dibandingkan secara objektif untuk memastikan akurasi masing-masing lab.
"Program Uji Profisiensi ini sangat penting bagi laboratorium perusahaan industri yang melakukan pengujian mutu emas untuk menunjukkan keabsahan hasil uji mereka, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing industri emas nasional di pasar global,"* kata Kepala BSKJI Emmy Suryandari.
Satu-satunya di Indonesia, Dikelola BBSPJIKB
Program ini dijalankan oleh Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB).
Ini adalah satu-satunya dan pertama di Indonesia untuk komoditas emas, menjadikannya rujukan nasional.
Kepala BBSPJIKB Zya Labiba menjelaskan mekanismenya pakai skema simultan. "Objek uji didistribusikan untuk pengujian secara bersamaan dalam periode waktu yang telah ditetapkan. Dengan metode tersebut, hasil pengujian dari setiap laboratorium dapat dibandingkan secara objektif, terukur, dan transparan," papar Zya.
Program ini terbuka luas, bukan hanya untuk lab besar yang sudah terakreditasi, tapi juga untuk lab yang belum terakreditasi, instansi swasta, maupun pemerintah.
Apa Manfaatnya untuk Industri?
Bagi pelaku industri perhiasan, ikut PUP bukan sekadar formalitas.
Ada tiga manfaat konkret yang langsung terasa. Pertama, sebagai bukti pemenuhan standar SNI ISO/IEC 17025:2017 Klausul 7.7.2.
Kedua, membantu laboratorium mengevaluasi kinerja pengujian mereka sendiri.
Ketiga, memastikan tingkat akurasi hasil uji terhadap data populasi pengujian.
Bagi perusahaan atau laboratorium yang ingin ikut Program Uji Profisiensi 2026, pendaftaran dibuka melalui https://bit.ly/pendaftaranUP2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Kemenperin