Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 19:35 WIB

Apa yang Terjadi Saat Inflasi dan Deflasi? Simak Penjelasan Lengkapnya

Author

Ilustrasi Inflasi dan Deflasi. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Belakangan ini, harga barang naik sedikit saja langsung terasa di dompet. Tapi anehnya, ketika harga turun pun situasi ekonomi belum tentu terasa lega.

Nah, kondisi seperti ini biasanya berkaitan dengan dua istilah penting dalam ekonomi, yaitu inflasi dan deflasi. Keduanya sama-sama berdampak ke keuangan sehari-hari, tapi efek dan cara menyikapinya beda.

Inflasi terjadi saat harga barang dan jasa naik secara bertahap. Mengutip penjelasan Investopedia, inflasi bisa dipicu oleh meningkatnya permintaan, biaya produksi yang melonjak, atau gangguan distribusi.

Baca juga: AS Dorong Pendanaan AI dan Teknologi Perikanan di APEC di Tengah Persaingan dengan Cina

Sebaliknya, deflasi adalah kondisi ketika harga turun secara luas. Bahkan, disebut bahwa deflasi yang berlangsung lama bisa memperlambat aktivitas ekonomi karena pelaku usaha cenderung menahan ekspansi. Jadi walaupun harga terlihat turun, dampaknya tidak selalu positif.

Apa yang Terjadi Saat Inflasi dan Deflasi?

Ketika inflasi naik, biaya hidup biasanya ikut terdorong. Harga sembako, transportasi, hingga kebutuhan harian lainnya menyerap porsi anggaran lebih besar. Banyak orang akhirnya lebih selektif belanja dan menunda kebutuhan yang tidak mendesak.

Inflasi juga sering berkaitan dengan perubahan suku bunga, dan kenaikan suku bunga bisa memengaruhi bunga pinjaman ataupun tabungan. Karena itu, pengelolaan dana darurat, arus kas, dan prioritas pengeluaran jadi makin penting.

Di sisi lain, deflasi membuat harga terlihat lebih murah, tetapi suasana ekonominya bisa terasa lebih hati-hati. Bisnis menunda ekspansi, perekrutan melambat, dan investasi baru cenderung ditahan.

Baca juga: Mendag Pastikan Perdagangan di Aceh dan Sumatra Berangsur Pulih Pascabencana

Masyarakat pun sering menunda pembelian karena berharap harga turun lagi. Kalau pola ini terjadi terus-menerus, perputaran ekonomi jadi lebih lambat dan risiko ketidakstabilan kerja meningkat.

Perbedaan Inflasi dan Deflasi dalam Kehidupan

1. Harga dan Daya Beli

Inflasi membuat harga naik dan daya beli melemah. Sementara, deflasi meningkatkan daya beli secara nominal, tapi risiko pendapatan menurun tetap harus diwaspadai.

2. Pendapatan dan Stabilitas Kerja

Inflasi tidak selalu diikuti kenaikan gaji, tetapi deflasi sering membuat perusahaan menahan ekspansi sehingga peluang kenaikan pendapatan lebih terbatas.

3. Utang dan Cicilan

Saat inflasi, cicilan terasa lebih ringan karena nilai uang melemah. Saat deflasi, cicilan bisa terasa lebih berat karena nilai uang menguat, apalagi jika pendapatan ikut turun.

Baik inflasi maupun deflasi sama-sama punya dampak nyata ke kehidupan sehari-hari. Kuncinya bukan panik berlebih, tapi paham situasi dan menyesuaikan strategi keuangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bank Saqu

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU