INDOZONE.ID - Indeks saham Asia-Pasifik mencatat rekor tertinggi sepanjang masa pada Kamis (12/2/2026).
Hal itu didorong penguatan tajam sektor teknologi di Korea Selatan dan Jepang.
Reuters melaporkan Kospi Seoul dan Nikkei Tokyo sama-sama menyentuh level tertinggi baru.
MSCI Asia-Pasifik melesat 0,65% dan telah mengumpulkan keuntungan 13% hanya dalam enam pekan pertama tahun ini.
Lonjakan saham Jepang tak lepas dari kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu akhir pekan lalu berkat kampanye stimulus ekonomi besar-besaran.
Baca juga: Jangan Salah Paham, Ini Perbedaan Investasi dan Trading yang Sering Tertukar
Data Tenaga Kerja AS Pangkas Harapan Pemangkasan Suku Bunga
Di seberang Pasifik, data ketenagakerjaan AS yang mengejutkan—dengan pertumbuhan lapangan kerja yang tak terduga dan tingkat pengangguran melandai—mengubah peta prediksi pasar.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada Maret ambruk dari sekitar 20% menjadi hanya 5% pasca-rilis data.
Imbal hasil obligasi AS tenor 2 tahun melonjak 5,8 basis poin, lompatan harian terbesar sejak Oktober.
"Pasar mungkin terlalu optimis terhadap pelonggaran lebih lanjut. Obligasi bisa menghadapi tekanan lebih besar," ujar Thomas Mathews dari Capital Economics.
Baca juga: Kejar Tax Ratio 12 Persen: Strategi Tegas Negara Tutup Kebocoran Pajak dan Pulihkan Kepercayaan
Dolar Menguat Tapi Rentan, Yen Justru Perkasa
Dolar AS sedikit terangkat berkat imbal hasil yang lebih tinggi.
Namun analis OCBC menilai penguatan ini sulit bertahan tanpa kejutan positif berkelanjutan dari data ekonomi.
Menariknya, yen justru menjadi pengecualian dengan menguat nyaris 3% sejak kemenangan Takaichi.
Investor memprediksi mandat besar yang diraih sang perdana menteri akan mendorong kebijakan fiskal lebih bertanggung jawab.
"Posisi short yen sedang dikaji ulang secara kolektif," kata Chris Weston dari Pepperstone. "Tapi pedagang perlu berpikiran terbuka karena gambaran makro terus berkembang."
Baca juga: Daftar Emiten Bakrie Group di Bursa Efek Indonesia, Apa Saja?
Mata Tertuju pada Inflasi, Minyak dan Emas Bergerak Variatif
Semua perhatian kini tertuju pada data inflasi AS Jumat besok—uji berikutnya bagi ekspektasi suku bunga.
Di pasar komoditas, minyak mentah Brent naik 0,4% ke US$69,68 per barel dipicu kekhawatiran eskalasi ketegangan Iran-AS.
Emas spot terkoreksi 0,44% ke US$5.058 setelah sehari sebelumnya melonjak lebih dari 1%.
Pasar Asia mungkin sedang berpesta, tapi semua mata masih tertuju ke Washington: sepanas apa inflasi, secepat apa The Fed bergerak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters