Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 14:30 WIB

Ketahanan Pangan Nasional: Pengertian Menurut Ahli, Pilar Utama, dan Realita di Indonesia

Author

Ilustrasi Ketahanan Pangan Nasional. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Ketahanan pangan masih jadi isu krusial yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Konsep ini tidak hanya soal ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menyangkut akses, kualitas, hingga keberlanjutannya.

Berbagai ahli dan lembaga internasional pun menekankan pentingnya ketahanan pangan, terutama bagi negara seperti Indonesia yang masih menghadapi tantangan distribusi, perubahan iklim, dan jumlah impor yang besar.

Baca juga: Plink Gandeng GEA, Belanja Makin Mudah dari Vending Machine Lewat QRIS

Ketahanan Pangan Menurut Ahli

Menurut komite PBB, ketahanan pangan adalah kondisi di mana setiap individu memiliki kemampuan fisik, sosial, dan ekonomi untuk mendapatkan akses yang memadai, aman, dan bergizi terhadap makanan sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka.

Food and Agriculture Organization (FAO) mendefinisikan ketahanan pangan sebagai suatu kondisi di mana ada seorang individu atau rumah tangga yang menerima akses baik secara fisik atau ekonomi untuk mendapatkan pangan demi seluruh anggota rumah tangga.

Selain itu, akses untuk mendapatkan pangan tersebut tidak memiliki risiko untuk kehilangan anggota yang ada dalam rumah tangga tersebut maupun pangan yang ingin didapatkan.

Baca juga: Kenali Deflasi dalam Dunia Ekonomi: Ini Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya!

4 Pilar Ketahanan Pangan

FAO merumuskan 4 pilar ketahanan pangan yang nggak bisa dipisahkan agar sebuah negara tidak mengalami krisis.

  1. Ketersediaan (Availability)
  2. Akses (Access)
  3. Pemanfaatan (Utilization)
  4. Stabilitas (Stability)

Ketahanan Pangan Indonesia

Menurut data Global Food Security Index (GFSI) 2022, kita ada di peringkat 63 dari 113 negara. Peringkat yang cukup tinggi, tapi masih banyak tugas yang harus dikerjakan.

Dari sisi produksi dan impor, stok beras kita memang stabil di angka 31–32 juta ton, tapi kita disebut masih sangat bergantung dengan impor gandum yang lebih dari 10 juta ton dan kedelai.

Hal ini membuat fondasi pangan nasional rawan kalau ada gangguan global. Selain itu, masalah logistik dan harga masih jadi momok karena distribusi yang nggak merata, terutama di wilayah Timur Indonesia yang harganya sering melonjak akibat ongkos kirim tinggi.

Baca juga: Tarif Listrik PLN Februari 2026 Naik Nggak Sih? Ini Jawaban dan Daftar Harga Lengkapnya

Tantangan lain muncul dari kualitas gizi masyarakat kita. Angka stunting di tahun 2024 yang masih di level 19,8 persen membuktikan kalau masalah gizi kronis itu nyata, apalagi pola makan yang masih terlalu dominan karbohidrat tapi minim protein.

Tidak hanya itu, isu iklim juga membuat ketahanan pangan kita belum sepenuhnya stabil. Dampak El Niño kemarin sempat bikin produksi beras merosot 2 juta ton dan harganya terbang sampai 20 persen.

Upaya pemerintah hari ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan pangan sekaligus memperkuat kemandirian pangan dalam jangka Panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Gramedia Blog, Kemenkeu

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU