Ilustrasi Pengertian Deflasi. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Kalau dengar kata deflasi, banyak orang langsung mikir, “Wah enak dong, harga-harga turun.”
Sekilas memang terdengar menyenangkan, apalagi buat kita yang sering ngerasa dompet makin tipis karena harga kebutuhan naik terus.
Tapi di balik harga yang turun, deflasi justru bisa jadi tanda bahaya buat kondisi ekonomi.
Lewat penjelasan dari YouTube/NadiViriya, yuk kenali deflasi dengan mulai dari pengertiannya, penyebabnya, sampai dampak serius yang sering nggak disadari.
Baca juga: Apa Itu Investasi? Berikut Pengertiannya dan Cara Bikin Uang Tetap Bernilai di Tengah Inflasi!
Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Kalau inflasi bikin harga barang dan jasa naik, deflasi justru bikin harga-harga turun secara umum dalam periode tertentu. Penurunan ini bukan cuma satu-dua barang, tapi hampir merata di banyak sektor.
Deflasi biasanya diukur lewat Indeks Harga Konsumen atau IHK. Ketika angka IHK tercatat negatif selama beberapa periode berturut-turut, di situlah ekonomi disebut sedang mengalami deflasi.
Jadi, deflasi bukan soal diskon dadakan, tapi kondisi ekonomi yang cukup serius dan terpantau secara nasional.
Deflasi nggak muncul tiba-tiba. Ada beberapa penyebab utama yang biasanya saling berkaitan satu sama lain.
Salah satu penyebab terbesar adalah penurunan permintaan agregat. Ini terjadi saat masyarakat memilih untuk menahan uangnya dan mengurangi belanja.
Orang-orang jadi lebih hemat, lebih banyak menabung, dan menunda konsumsi karena merasa kondisi ekonomi lagi nggak pasti.
Selain itu, peningkatan produktivitas juga bisa memicu deflasi. Ketika teknologi makin maju dan proses produksi jadi jauh lebih efisien, biaya produksi bisa turun drastis.
Kalau penurunan biaya ini terjadi secara besar-besaran dan cepat, harga barang ikut turun di pasaran.
Faktor lain datang dari kebijakan moneter yang terlalu ketat. Ketika bank sentral mengurangi jumlah uang yang beredar atau menaikkan suku bunga terlalu tinggi, aliran uang di masyarakat jadi seret.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube