INDOZONE.ID - Merespon mata uang rupiah yang melemah terhadap dolar AS, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yakin bahwa nilai tukar rupiah bakal menguat terhadap dolar AS dalam dua minggu.
“Tidak usah panik, rupiah akan segera menguat dalam dua minggu ke depan,” kata Purbaya seperti dilansir Antara, Rabu (14/1/2026).
Ia menyebut, dirinya masih menunggu masukan dari Bank Indonesia, sebagai otoritas moneter dan bertanggung jawab menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Baca juga: Prabowo Perintahkan Bersih-bersih BUMN, Tegaskan Arah Swasembada Energi dan Hilirisasi
Namun, Purbaya menegaskan akan terus memperbaiki kinerja dari perekonomian nasional supaya pertumbuhan bisa lebih tinggi. Ia optimis perekonomian Indonesia di tahun 2026 bisa mencapai enam persen.
“Fondasi ekonomi akan terus membaik ke depan. Nggak ada alasan orang takut untuk mengkonversi ke rupiah. Asing juga sudah masuk, Anda lihat pasar modal kita. Kalau dikendalikan dengan benar, tidak terlalu sulit untuk mengembalikan rupiah,” ujar dia.
Nilai tukar rupiah menguat 0,04 persen atau 7 poin dari Rp16.877 menjadi Rp16.870 di pembukaan perdagangan pada Rabu.
Baca juga: Dorong Ketahanan Pangan, Pemerintah Siapkan KUR Rp300 Triliun di 2026
Melemahnya rupiah ini seiring adanya ancaman Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif ke negara yang berhubungan dagang dengan Iran.
Dikutip Anadolu, Trump mengumumkan pemberlakukan tarif 25 persen buat negara yang masih berdagang dengan Iran. Ia menegaskan bahwa itu keputusan final dan berlaku sesegera mungkin.
Lalu ada sentimen lain berasal dari rilis data inflasi headline (Indeks Harga Konsumen/IHK) AS pada Desember 2025 yang tetap stabil di 2,7 persen year-on-year (yoy) atau sesuai dengan ekspektasi.
Selain itu, inflasi inti tidak berubah di 2,6 persen yoy atau di bawah perkiraan pasar di angka 2,7 yoy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA