Ilustrasi Inflasi. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Inflasi jadi salah satu masalah ekonomi yang paling terasa dampaknya di kehidupan sehari-hari. Saat inflasi naik, harga kebutuhan pokok, transportasi, hingga berbagai layanan ikut mahal. Akibatnya, daya beli masyarakat bisa menurun dan kondisi ekonomi jadi kurang stabil.
Karena itu, Bank Indonesia atau BI memiliki peran penting untuk menjaga harga barang tetap terkendali agar ekonomi tetap berjalan sehat.
Baca juga: Uji 2.100 Calon Ahli K3 Umum Batch 2, Kemnaker Mau Perkuat Budaya Keselamatan Kerja
Inflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa naik secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu.
Jika inflasi terlalu tinggi, uang yang dimiliki masyarakat jadi terasa lebih kecil nilainya karena barang yang bisa dibeli semakin sedikit.
Contoh paling sederhana, harga beras, minyak goreng, atau bahan bakar naik bersamaan dalam waktu singkat.
Sebagai bank sentral Indonesia, Bank Indonesia memiliki tugas utama menjaga stabilitas nilai rupiah.
Artinya, BI harus memastikan harga barang dan jasa tetap stabil, nilai tukar rupiah tetap terjaga, hingga kondisi ekonomi tetap kondusif. Karena itu, pengendalian inflasi jadi salah satu fokus utama BI agar masyarakat tidak terlalu terbebani kenaikan harga.
Baca juga: Purbaya Tegaskan Tak akan Jalankan Tax Amnesty Lagi Tanpa Perintah Presiden
Untuk menekan inflasi, BI memiliki beberapa strategi dan kebijakan yang biasanya dilakukan saat harga-harga mulai naik terlalu cepat.
Salah satu cara paling umum adalah menaikkan suku bunga acuan atau BI7DRR.
Ketika suku bunga naik bunga pinjaman jadi lebih mahal, masyarakat cenderung mengurangi belanja atau kredit, dan peredaran uang jadi lebih terkendali. Dengan begitu, permintaan barang bisa menurun dan inflasi perlahan mereda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Politeknik Penerbangan Palembang