Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 13 MEI 2026 • 16:25 WIB

Mendag Pastikan Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bapok Tetap Terjaga

Mendag Pastikan Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bapok Tetap TerjagaMendag Budi Santoso dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Pasar Palmerah (Dok. Biro Humas Kemendag)

INDOZONE.ID - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan stabilitas harga dan ketersediaan barang pokok (bapok) tetap terjaga di kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun harga Harga Acuan (HA).

Hal tersebut disampaikan Mendag Budi saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Pasar Palmerah, Jakarta pada Rabu (13/5/2026).

Mendag Budi menyampaikan bahwa minyak goreng MINYAKITA mendekati atau sama dengan HET-nya, yaitu Rp15.700/liter di wilayah Sumatera dan Jawa. 

"Stok aman, tidak ada masalah. Untuk Papua dan Maluku memang tinggi, dan Bulog menyuplai. Masalahnya ada di distribusi, oleh karena itu kami selalu meminta bantuan Bulog terutama untuk distribusi ke wilayah Timur," ungkap Mendag Budi dalam keterangan yang diterima, Rabu (13/5/2026).

Baca juga: Harga Bahan Pokok Naik: Cabai Rp60 Ribu, Telur Rp31 Ribu, Daging Ayam Ikut Terdampak

Untuk menjaga stabilitas harga pangan, Mendag terus mendorong sinergi dengan para pemangku kepentingan dan BUMN Pangan.

Ia juga menekankan, saat ini distribusi minyak goreng hasil skema domestic market obligation (DMO) oleh BUMN Pangan telah melebihi 50 persen. 

Catatan tersebut telah melampaui kewajiban distribusi minyak goreng DMO minimal sebesar 35 persen.

"Minimal 35 persen dan pada prinsipnya produsen tidak ada masalah. Artinya, kalau melebihi 35 persen tidak apa-apa. Sekarang sudah lebih dari 50 persen minyak goreng DMO yang tersalurkan melalui BUMN Pangan. Semoga semua lancar dan masalah distribusi di Papua serta Maluku cepat selesai," ungkapnya. 

Mendag Pastikan Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bapok Tetap TerjagaMendag Budi Santoso dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Pasar Palmerah (Dok. Biro Humas Kemendag)

Mendag Busan mengingatkan, MINYAKITA bukan merupakan minyak goreng subsidi, melainkan hasil dari skema DMO sebagai bentuk komitmen pelaku usaha untuk memasok pasar dalam negeri.

Ia juga menekankan, Kemendag selalu memantau harga bapok di 514 kabupaten dan kota di 38 provinsi di Indonesia. 

Hasil pantauan dikumpulkan dan ditampilkan dalam dashboard Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag melalui tautan https://sp2kp.kemendag.go.id.

Berdasarkan pantauan di Pasar Palmerah, sejumlah komoditas bapok dijual sesuai atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan (HA).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Biro Humas Kemendag

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mendag Pastikan Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bapok Tetap Terjaga

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!