Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 22 APRIL 2026 • 15:30 WIB

Ketegangan Global Terjadi, Tapi Kenapa Dampaknya Terasa Sampai ke Dompet Masyarakat?

Ketegangan Global Terjadi, Tapi Kenapa Dampaknya Terasa Sampai ke Dompet Masyarakat?Pedagang yang sedang berjualan di pasar. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

INDOZONE.ID - Ketegangan geopolitik yang sedang terjadi antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel mungkin terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Namun, dampaknya justru bisa terasa sangat dekat, mulai dari naiknya harga kebutuhan pokok, perubahan nilai tukar rupiah, hingga kebijakan ekonomi nasional.

Hal inilah yang disoroti oleh Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung dalam sebuah acara town hall meeting Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko. Ia menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, di mana pemerintah dituntut untuk tidak hanya responsif, tetapi juga adaptif terhadap perubahan kebijakan dan lingkungan.

Baca juga: Harga Plastik Naik, Pramono Dorong Inovasi dan Kembali ke Kemasan Tradisional

Ketika Konflik Global Berpengaruh pada Stabilitas Dalam Negeri

Dalam beberapa waktu terakhir, ketegangan geopolitik telah memicu perubahan besar di pasar keuangan global. Dampaknya tidak bisa dihindari, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia.

Tekanan tersebut terlihat dari:

  • Kenaikan imbal hasil (yield).
  • Pelemahan nilai tukar rupiah.
  • Kebutuhan intervensi yang lebih besar untuk menjaga stabilitas.

Bagi masyarakat, kondisi ini sering kali tidak langsung terlihat dalam bentuk kebijakan, tetapi terasa dalam bentuk yang lebih sederhana, yaitu harga barang yang perlahan naik maupun daya beli yang menurun.

Pemerintah Tidak Bisa Menunggu, tetapi Mengelola Risiko

Menurut Juda Agung, kondisi saat ini bukan hanya soal risiko, tetapi juga ketidakpastian. Perbedaannya penting, yakni risiko masih bisa diukur probabilitasnya, sementara ketidakpastian tidak dapat diukur.

Dalam situasi ketidakpastian seperti ini, pemerintah harus mengelola risiko.

"Kita memang hidup di era ketidakpastian dan risiko. Tentu saja kita tidak bisa diam begitu saja, memang kita harus manajemen risiko," ujar Wamenkeu Juda.

Artinya, kebijakan ekonomi saat ini lebih banyak didasarkan pada skenario dan antisipasi, bukan kepastian.

Baca juga: Harga Bitcoin Tetap Bertahan di Tengah Isu Geopolitik Iran-Israel

Adaptif Tanpa Kehilangan Prinsip

Selain kebijakan fiskal, Juda juga menekankan pentingnya organisasi yang adaptif. Menurutnya, perubahan global yang cepat menuntut institusi untuk lebih lincah menyesuaikan diri dengan perubahan tanpa mengorbankan prinsip integritas.

Kenapa Ini Penting untuk Masyarakat?

Meski terdengar teknis, isu ini sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ketika pemerintah harus memakai lebih banyak strategi untuk menjaga stabilitas dalam negeri, kemungkinan yang akan terjadi:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenkeu.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ketegangan Global Terjadi, Tapi Kenapa Dampaknya Terasa Sampai ke Dompet Masyarakat?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!