Presiden AS Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)
INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa negaranya tengah melakukan pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung. Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh pihak Iran.
Trump mengatakan bahwa utusan AS telah melakukan komunikasi dengan seorang tokoh Iran yang ia sebut sebagai “pemimpin yang dihormati”. Ia bahkan menyebut Teheran menunjukkan keinginan untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang.
Selain itu, Trump juga mengindikasikan adanya peluang resolusi konflik dalam waktu dekat. Pernyataan ini sempat memicu reaksi positif di pasar global, dengan harga minyak turun dan pasar saham menguat.
Baca juga: Harga Minyak Tembus Rekor! Perang Iran Cekik Pasokan, Dunia Kelimpungan
Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pejabat Iran. Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menegaskan bahwa tidak ada negosiasi yang dilakukan dengan Amerika Serikat.
Dia menyebut pernyataan Trump tersebut adalah hoaks atau berita palsu yang bertujuan mempengaruhi pasar energi dan keuangan.
Di tengah situasi tersebut, konflik di kawasan Timur Tengah masih terus berlangsung dan telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar serta gelombang pengungsian di berbagai wilayah.
Trump juga sebelumnya menyatakan bahwa jika kesepakatan tercapai, AS akan mengambil langkah untuk mengendalikan uranium yang diperkaya Iran sebagai bagian dari program nuklirnya.
Baca juga: Industri Indonesia Ikut Deg-degan Dampak Konflik AS-Israel dan Iran, Ini Sektor Paling Terdampak
Di sisi lain, pernyataan Trump dinilai sebagian pihak sebagai bagian dari strategi politik dan ekonomi, termasuk untuk menekan harga energi global dan memberikan ruang bagi langkah militer berikutnya.
Situasi ini menunjukkan bahwa peluang diplomasi masih terbuka, namun ketegangan tetap tinggi karena perbedaan klaim antara kedua pihak yang terlibat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sputnik