Aksi sosial Lintasarta yang mengusung tema “Learning to Care & Action to Share”. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Ramadan memang sering jadi momen yang identik dengan berbagi. Banyak pihak memanfaatkan bulan ini untuk melakukan kegiatan sosial yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Lintasarta. Selama Ramadan 1447 H, perusahaan yang merupakan AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group ini menyalurkan berbagai program sosial yang menjangkau lebih dari 1.500 penerima manfaat di sejumlah daerah di Indonesia.
Program tersebut dilaksanakan di lima kota, yakni Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, serta wilayah Aceh.
Mengusung tema “Learning to Care & Action to Share”, aksi sosial Lintasarta di Ramadan 1447 H ini mencakup banyak hal.
Baca juga: Hadapi Situasi Global, Kapolri Minta Masyarakat Tidak Panic Buying
Mulai dari renovasi tempat ibadah, bantu UMKM melalui program makanan gratis, edukasi lingkungan untuk anak yatim, sampai apresiasi untuk para karyawan mereka yang disebut Laskar, yang siaga menjaga jaringan selama libur Lebaran.
Hariyadi Ramelan, Director & Chief Financial Officer Lintasarta, menyebut bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat empati di tengah kencangnya perkembangan teknologi digital.
“Sebagai penggerak transformasi digital nasional, kami percaya kemajuan teknologi digital harus berjalan berdampingan dengan kepedulian sosial. Melalui program Ramadan ini, Lintasarta berupaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, mulai dari dukungan bagi fasilitas ibadah, pemberdayaan ekonomi lokal, edukasi lingkungan, hingga dukungan bagi para Laskar yang bekerja menjaga layanan tetap andal,” ujar Hariyadi.
Salah satu aksi yang paling terasa manfaatnya adalah program “Surau Kita Berdaya” yang berkolaborasi dengan IOH. Program ini fokus membantu perbaikan fasilitas ibadah yang terdampak bencana.
Di Aceh Tamiang, Lintasarta menyalurkan perlengkapan ibadah di Mushalla Al-Ikhsan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan nyaman.
Nggak hanya di Aceh, perbaikan juga menyasar Masjid Abu Bakar As-Sidiq di Maros, Mushalla Mansaul Ridho 2 di Tuban, dan Mushalla Al Ikhlas di Purwodadi.
Baca juga: Pemberdayaan Perempuan Picu Dampak Berantai
"Revitalisasi ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi surau sebagai pusat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat sekitar," ungkap Hariyadi.
Selain memperbaiki fasilitas ibadah, Lintasarta juga menggerakkan sektor ekonomi kecil melalui program Warung Berkah Ramadan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release