Ilustrasi kebijakan fiskal. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Jika kamu sering mendengar istilah APBN, pajak, subsidi, atau bantuan sosial di berita ekonomi, semua itu berkaitan dengan kebijakan fiskal.
Sederhananya, kebijakan ini adalah cara pemerintah mengatur pemasukan dan pengeluaran negara agar ekonomi tetap berjalan stabil.
Di Indonesia, pengelolaan kebijakan fiskal dilakukan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia bersama berbagai lembaga terkait.
Melalui kebijakan ini, pemerintah berusaha menjaga stabilitas ekonomi, mendorong pembangunan, sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.
Baca juga: Hadapi Situasi Global, Kapolri Minta Masyarakat Tidak Panic Buying
Agar lebih mudah dipahami, berikut penjelasan lengkap soal kebijakan fiskal, mulai dari pengertian, tujuan, jenis, hingga dampaknya bagi masyarakat.
Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah untuk mengatur perekonomian melalui pengelolaan pendapatan negara, belanja negara, serta pembiayaan negara.
Tujuan utamanya adalah menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, mengurangi pengangguran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Secara garis besar, kebijakan fiskal berfokus pada dua hal utama, yaitu:
Baca juga: Pemberdayaan Perempuan Picu Dampak Berantai
Melalui dua komponen ini, pemerintah bisa mengatur arah ekonomi agar tetap seimbang dan berkelanjutan.
Pemerintah menggunakan kebijakan fiskal untuk mencapai beberapa tujuan penting dalam perekonomian.
Dengan mengatur jumlah pendapatan dan pengeluaran negara, pemerintah bisa meredam tekanan ekonomi seperti inflasi tinggi atau perlambatan ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: KPU Pegunungan Bintang