Ilustrasi Position trading. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Position trading adalah strategi di mana trader menahan posisi dalam jangka waktu panjang, bisa beberapa minggu sampai beberapa bulan. Tujuannya bukan cari cuan dari gerakan harian, tapi memanfaatkan tren besar pasar.
Seorang position trader, biasanya nggak terlalu peduli dengan fluktuasi kecil atau naik-turun intraday. Fokusnya ada di arah besar pasar atau macro trend.
Misalnya, kalau ekonomi AS lagi kuat dan pasar saham lagi dalam tren naik, mereka akan beli saham-saham unggulan lalu menahannya selama tren itu masih valid.
Baca juga: 10 Tips Investasi Emas yang Aman, Cocok untuk Pemula
Strategi ini umumnya menggabungkan analisis teknikal dan fundamental sekaligus. Fundamental dipakai untuk lihat prospek jangka panjang, sementara teknikal membantu menentukan timing masuk dan keluar.
Timeframe yang Biasa Dipakai:
Position trader biasanya nggak cuma lihat satu grafik.
Karena bermain jangka panjang, mereka nggak akan ribet memikirkan candle merah atau hijau tiap jam. Selama tren besarnya belum berubah signifikan, posisi tetap ditahan.
Biar nggak asal tahan saham, ini beberapa strategi yang biasa dipakai.
Baca juga: Mengenal RDN, Simak Fungsi dan Keamanannya dalam Investasi Saham
Cek tren utama di chart mingguan, lalu pakai chart harian untuk entry. Cara ini bantu memastikan arah tren konsisten di berbagai timeframe.
Indikator seperti Moving Average 50 dan 200, MACD, atau ADX bisa bantu memastikan tren masih kuat atau mulai melemah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Heygotrade.com