Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Dok. Kemendag)
INDOZONE.ID - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mulai melirik potensi besar mahasiswa Indonesia di luar negeri sebagai motor baru penggerak ekspor nasional.
Melalui Program Talenta Kewirausahaan Ekspor, Kemendag membidik lebih 20 ribu mahasiswa Indonesia di Australia untuk berperan sebagai penghubung pasar sekaligus calon eksportir masa depan.
Upaya ini diperkuat lewat penyelenggaraan seminar ekspor di The University of Melbourne, Australia pada Jumat (23/1/2026) yang menjadi langkah awal menjadikan diaspora pelajar sebagai aset strategis dalam diplomasi ekonomi Indonesia.
Seminar bertajuk "Market Access to Market Success: Unlocking the Potential of Indonesian Export to Australia" ini dibuka secara resmi oleh Konsul Jenderal RI Melbourne Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo dan dihadiri secara hibrida oleh peserta yang terdiri dari mahasiswa, diaspora, serta pelaku usaha dari berbagai wilayah.
Baca juga: Kemendag Gandeng JETRO, UMKM Indonesia Jajaki Peluang Ekspor ke Pasar Jepang
Acara ini merupakan kerja sama antara Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan RI Canberra dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Australia dan Mata Garuda Australia-New Zealand.
Atase Perdagangan RI Canberra, Agung Haris Setiawan mengungkapkan bahwa mahasiswa Indonesia di luar negeri tidak hanya menuntut ilmu, tetapi juga merupakan modal strategis dalam diplomasi ekonomi.
Hal tersebut karena mereka memiliki pemahaman langsung terhadap budaya, regulasi, serta preferensi pasar setempat.
"Saat ini, terdapat lebih dari 20 ribu pelajar Indonesia di Australia. Mereka memiliki potensi besar, baik sebagai 'duta pasar' yang memperkenalkan produk Indonesia, maupun sebagai calon eksportir masa depan yang memahami kebutuhan dan standar pasar lokal. Melalui program ini, kami ingin mengonversi potensi akademik tersebut menjadi kekuatan ekonomi riil," tegas Haris.
Menurut Haris, momentum pelaksanaan seminar ini dinilai sangat strategis di tengah tren positif kinerja perdagangan kedua negara.
Merujuk data Kementerian Perdagangan, total nilai perdagangan Indonesia-Australia pada periode terakhir tercatat mencapai USD 15,4 miliar (data BPS 2024) dengan pertumbuhan ekspor nonmigas yang menjanjikan.
Potensi pasar yang besar ini menjadi landasan utama pelibatan diaspora pelajar secara lebih masif.
Ia menambahkan bahwa saat ini, banyak mahasiswa Indonesia, termasuk para penerima beasiswa LPDP, menempuh studi di bidang bisnis dan manajemen.
Kementerian Perdagangan mendorong mereka untuk melakukan experiential learning dengan terlibat langsung dalam pengamatan pasar (market sensing), promosi, hingga pendampingan business matching bagi UMKM.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release