INDOZONE.ID - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap arahan Presiden Prabowo Subianto dalam retret Kabinet Merah Putih di Hambalang terkait program prioritas energi, migas, dan kedaulatan nasional untuk tahun 2026.
"Fokus pada program 2026, yang mana program-program kerakyatan dan KPI menyangkut kedaulatan energi, pangan, makanan bergizi, sekolah rakyat, dan berbagai macam program yang menjadi fokus pemerintah, dan program ini diorientasikan peningkatan ekonomi, dan tujuan bagaimana kita melayani rakyat dengan baik," kata Bahlil selepas retret di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, dikutip Rabu (7/1/2026).
Presiden Prabowo memimpin retret selama 8 jam untuk seluruh Kabinet Merah Putih, kepala badan, dan pimpinan lembaga.
Baca juga: Presiden Prabowo Targetkan Setop Impor Solar Tahun Depan, Siapkan Papua untuk Swasembada Energi
Sesi dimulai dengan Taklimat Awal Tahun 2026 secara terbuka, dilanjut evaluasi kinerja dan arahan lanjutan secara tertutup. Beberapa menteri menyampaikan laporan program prioritas pemerintah.
Bahlil menegaskan komitmen menteri sebagai pembantu presiden.
"Menteri itu pembantu Bapak Presiden. Jadi, arahan Bapak Presiden menurut kami adalah sesuatu yang wajib dilakukan agar kita satu komando," tegasnya.
Baca juga: Danantara dan PLN Gaspol Investasi, Indonesia Siap Swasembada Energi?
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil memastikan koalisi pendukung pemerintah kompak membantu menyukseskan program Prabowo-Gibran.
"Kita koalisi kompak semua membantu Presiden, orientasi kita menyukseskan berbagai program pemerintah yang berorientasi pelayanan rakyat, kesejahteraan rakyat, menyangkut MBG, pendidikan, infrastruktur, kesehatan, investasi dan hilirisasi, kedaulatan pangan, dan energi," tuturnya.
Bahlil menekankan bahwa arahan presiden menjadi prioritas utama untuk mewujudkan kedaulatan dan kesejahteraan bangsa melalui program-program strategis pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA