Ilustrasi pekerja SKK Migas. (Dok. SKK Migas.)
INDOZONE.ID - Yayasan Bina Antarbudaya bersama SKK Migas menyelenggarakan AFS Global Future Leaders Network 2025. Program ini digelar secara in-person di Jakarta, 19 Desember 2025.
Fokusnya pada pendidikan energi, keberlanjutan, dan infrastruktur masa depan.
Sebanyak 55 siswa SMA terpilih datang dari berbagai daerah operasi hulu migas. Mulai dari Kepulauan Tanimbar, Kutai Kartanegara, Bojonegoro, Aceh Utara, hingga Lhokseumawe.
Mereka dipertemukan dalam satu ruang belajar lintas daerah dan latar belakang.
Program ini bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi pelajar di wilayah yang selama ini dekat dengan industri energi, namun belum selalu mendapat kesempatan belajar langsung soal keberlanjutan.
Selama program berlangsung, peserta mengikuti indoor workshop yang membahas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dasar perancangan proyek, pengenalan sektor energi, serta penguatan soft skills.
Materi tidak hanya disampaikan oleh fasilitator pendidikan, tetapi juga praktisi dari sektor energi.
Pendekatannya dibuat ringan, aplikatif, dan relevan dengan isu yang sedang dihadapi generasi muda.
Pengalaman belajar kemudian diperluas lewat outdoor learning experience. Peserta mengunjungi Depo LRT Jakarta sebagai contoh infrastruktur transportasi berkelanjutan.
Peserta juga berkunjung ke Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Kantor SKK Migas, hingga Museum Nasional.
Lewat kunjungan ini, peserta diajak melihat langsung bagaimana teknologi, pendidikan, dan sektor energi saling terhubung dalam praktik nyata.
Salah satu peserta, Fradhea Anam (16) dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur, mengaku pengalaman ini membuka perspektif barunya.
“Motivasi belajar saya meningkat setelah mengunjungi Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Kami melihat langsung penerapan panel surya, pengelolaan air hujan, hingga teknologi robotik,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan