Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 09 OKTOBER 2025 • 14:40 WIB

Dana Kelolaan BPKH Tembus Rp171,64 Triliun, Target 2025 Naik ke Rp188,9 Triliun

Dana Kelolaan BPKH Tembus Rp171,64 Triliun, Target 2025 Naik ke Rp188,9 TriliunGedung Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). (ANTARA/BPKH)

INDOZONE.ID - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencatat kinerja keuangan yang solid sepanjang dua tahun terakhir dengan pertumbuhan dana kelolaan dari Rp166,54 triliun pada 2022 menjadi Rp171,64 triliun pada 2024. Tahun depan, lembaga itu menargetkan kenaikan signifikan hingga Rp188,9 triliun.

Kepala Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menjelaskan, hingga Agustus 2025, 75,9 persen dana atau sekitar Rp130,39 triliun telah dialokasikan ke berbagai instrumen investasi, terutama sukuk, reksadana, investasi langsung, dan emas. Sementara Rp41,39 triliun lainnya ditempatkan pada instrumen likuid seperti deposito dan giro.

“Strategi ini menjamin dua hal: likuiditas tinggi untuk operasional haji dan imbal hasil optimal melalui instrumen syariah yang aman,” ujar Fadlul dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 di Jakarta, Kamis (9/10/2025).

BPKH mencatat pertumbuhan investasi sebesar 1,92 persen dan peningkatan penempatan dana sebesar 15,59 persen dalam satu tahun terakhir.

Hingga Agustus 2025, nilai manfaat yang dihasilkan mencapai Rp8,10 triliun, naik 6,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebagian besar, sekitar Rp6,39 triliun, berasal dari hasil investasi.

Baca juga: Menteri Haji Gus Irfan Tegaskan Skema Kampung Haji Diserahkan ke Danantara

Fadlul menegaskan bahwa BPKH berkomitmen tidak hanya menjaga nilai keuangan, tetapi juga memperkuat ekosistem haji dan umrah yang berkelanjutan, baik secara spiritual maupun ekonomi.

"Bagi Indonesia, pengelolaan dana haji bukan sekadar tugas finansial. Ini adalah amanah suci yang berdampak besar terhadap perekonomian nasional,” tegasnya.

Perluasan Ekosistem: BPKH Limited di Arab Saudi

Sebagai bagian dari ekspansi global, BPKH telah membentuk anak perusahaan bernama BPKH Limited di Arab Saudi. Perusahaan ini bergerak di sektor strategis seperti perhotelan, properti, katering, dan transportasi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan jamaah Indonesia.

“Dengan BPKH Limited, kami bisa mengamankan layanan berkualitas untuk jamaah Indonesia sekaligus memaksimalkan manfaat investasi di tingkat lokal,” kata Fadlul.

Selain menanamkan modal, BPKH juga mendorong kemitraan langsung antara pelaku UMKM Indonesia dengan pasar di Tanah Suci.

Baca juga: Program Magang Nasional Hanya Berdampak Sementara, Pemerintah Diminta Fokus pada Investasi

Imbal hasil investasi dikembalikan ke jamaah melalui berbagai layanan nyata seperti penyediaan makanan siap saji saat puncak haji, pasokan bumbu nusantara, hingga penyewaan area komersial di hotel jamaah.

“Kami tidak hanya mendanai, tapi juga menghubungkan UMKM Indonesia dengan pasar haji. Produk seperti rendang kini punya jalur distribusi langsung ke konsumen di Tanah Suci,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dana Kelolaan BPKH Tembus Rp171,64 Triliun, Target 2025 Naik ke Rp188,9 Triliun

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!