INDOZONE.ID - Pernahkah kamu merasa bahwa uang Rp100.000 yang kamu miliki hari ini memiliki nilai yang berbeda dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu?
Lantas mengapa hal ini bisa terjadi? Ternyata fenomena ini umum terjadi.
Harga barang dan jasa memang selalu mengalami kenaikan, dan hal ini bukanlah kebetulan atau hasil dari kekompakan para penjual. Fenomena ini dikenal sebagai inflasi.
Baca juga: Pemerintah Habiskan Rp1.333 triliun untuk Warga Miskin Tahun 2025
Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu.
Ketika hanya satu atau dua barang saja yang naik harganya, hal tersebut belum bisa disebut sebagai inflasi, kecuali jika kenaikan harga tersebut berdampak pada kenaikan harga-harga lainnya.
Inflasi mencerminkan berkurangnya daya beli uang, yang artinya semakin tinggi inflasi, semakin kecil jumlah barang dan jasa yang bisa dibeli dengan uang yang sama.
Baca juga: 4 Kesalahan Umum dalam Merencanakan Dana Pensiun dan Cara Menghindarinya
Inflasi bisa terjadi karena disebabkan oleh berbagai faktor, baik karena faktor dari dalam negeri maupun luar negeri.
Dari sisi eksternal, ekonomi global memiliki pengaruh yang signifikan. Misalnya, penguatan mata uang negara maju sering kali melemahkan nilai tukar mata uang negara berkembang seperti Indonesia.
Kondisi ini meningkatkan biaya impor, yang pada akhirnya mempengaruhi biaya produksi dalam negeri.
Baca juga: 4 Alasan Jangan Menunda Investasi Rumah, Jangan Sampai Menyesal!
Inflasi juga bisa terjadi karena faktor internal, seperti peningkatan permintaan yang tak diimbangi dengan penawaran.
Selain itu, kebijakan pemerintah seperti penetapan kenaikan harga BBM dapat mempengaruhi biaya produksi dan distribusi, yang pada gilirannya bisa menyebabkan inflasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube Bank Indonesia