Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 24 JULI 2025 • 20:05 WIB

Mengintip Sentra Edukasi dan Inovasi Pertanian Berkelanjutan di P4S Bheger

Mengintip Sentra Edukasi dan Inovasi Pertanian Berkelanjutan di P4S BhegerP4S Bheger 

INDOZONE.ID - Terletak di lereng selatan Gunung Slamet, Desa Pulosari di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dikenal sebagai kawasan pertanian yang subur dan berhawa sejuk. 

Ketinggiannya yang mencapai sekitar 750 meter di atas permukaan laut memberikan iklim ideal bagi berbagai jenis tanaman hortikultura, termasuk kopi

Lingkungan alam yang mendukung ini menjadikan wilayah tersebut cocok untuk pengembangan pertanian berkelanjutan dan komoditas unggulan berbasis lokal.

Baca juga: Indonesia Tak Tinggalkan Barat Meski Resmi Gabung BRICS

Di tengah kawasan strategis tersebut berdiri Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) BHEGER, sebuah lembaga pelatihan berbasis masyarakat yang berperan penting dalam peningkatan kapasitas petani lokal. 

Secara resmi, P4S BHEGER telah mendapatkan pengakuan klasifikasi MADYA pada tahun 2011 dan meningkat menjadi KLASIFIKASI UTAMA pada tahun 2019, menandakan keberhasilan lembaga ini dalam menjalankan fungsi pelatihan dan pemberdayaan masyarakat tani secara konsisten dan berkualitas.

Selain fokus pada budidaya jagung, ternak, pupuk organik, dan biogas, P4S BHEGER juga mulai mengembangkan komoditas kopi sebagai bagian dari diversifikasi pertanian. 

Dengan lahan seluas kurang lebih 2 hektare, kebun kopi ini bukan hanya menjadi bagian dari ekosistem pertanian, tetapi juga menyimpan potensi besar sebagai sumber ekonomi baru dan media edukasi bagi petani serta generasi muda desa.

Baca juga: Sejarah BNI, dari Tonggak Perbankan Nasional Masa Revolusi hingga Bank Modern

Pertanian terpadu yang diterapkan P4S BHEGER merupakan sistem berkelanjutan yang menghubungkan berbagai komponen usaha tani secara sinergis. 

Dalam konteks ini, kopi ditanam menggunakan pupuk organik yang dihasilkan dari proses fermentasi limbah peternakan sapi dan kambing. 

Limbah tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai pupuk, tetapi juga diolah menjadi biogas sebagai sumber energi alternatif, menciptakan siklus pertanian yang efisien dan ramah lingkungan.

Kehadiran tanaman kopi juga memberikan kontribusi ekologis bagi sistem lahan yang dikelola secara terpadu. 

Tanaman kopi mampu menjaga struktur tanah, mengurangi erosi di daerah lereng, serta menciptakan mikroklimat yang baik bagi tanaman lain yang dibudidayakan di sekitar lahan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengintip Sentra Edukasi dan Inovasi Pertanian Berkelanjutan di P4S Bheger

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!