INDOZONE.ID - Bank Negara Indonesia (BNI) merupakan salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia yang memiliki sejarah panjang dan peran penting dalam perjalanan moneter dan ekonomi bangsa sejak awal kemerdekaan.
Berdiri pada masa ketika Indonesia masih membangun fondasi sebagai negara merdeka, BNI menjadi institusi vital dalam upaya menegakkan kedaulatan ekonomi nasional.
Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia belum memiliki peralatan negara yang lengkap, termasuk dalam bidang ekonomi dan keuangan.
Tidak ada bank sentral maupun bank sirkulasi yang dikelola oleh pemerintah. Bank-bank yang beroperasi saat itu sebagian besar adalah bank asing dan bank simpan pinjam kecil berskala lokal, seperti bank desa.
Sebagai langkah awal menuju kedaulatan ekonomi, pemerintah Republik Indonesia mengganti uang pendudukan Jepang dengan Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai alat tukar resmi.
Langkah ini bukan sekadar pengganti mata uang, tetapi juga simbol kemerdekaan dan kedaulatan negara dalam bidang moneter.
Upaya ini mirip dengan penerbitan Continental Money oleh koloni Amerika Serikat saat perang kemerdekaan melawan Inggris (1773–1783).
Baca juga: Dari Konflik Menuju Kemerdekaan: Peran Partai Liga Muslim dalam Lahirnya Pakistan
Dalam semangat menata ekonomi bangsa, muncul gagasan membentuk bank sirkulasi nasional.
Raden Mas Margono Djojohadikusumo dan Mohammad Hatta menjadi tokoh utama yang mendorong pembentukan bank ini.
Pada 19 September 1945, R.M. Margono memperoleh surat kuasa dari Presiden dan Wakil Presiden untuk membentuk bank sirkulasi yang kemudian diberi nama Bank Negara Indonesia (BNI).
Sebelum resmi berdiri, dibentuk terlebih dahulu Yayasan Pusat Bank Indonesia pada 9 Oktober 1945 sebagai cikal bakal BNI.
Baca juga: Operasi Doolittle Raid: Saat AS Nekat Terbangkan Pesawat Pengebom dari Kapal Induk
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube @RinardiHaryono