Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 23 JULI 2025 • 20:27 WIB

Stimulus Ekonomi Pemerintah Berdampak Positif pada Pariwisata Domestik

Stimulus Ekonomi Pemerintah Berdampak Positif pada Pariwisata DomestikPeluang bisnis. (INDOZONE/Nadya Mayangsari) (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Pelaku industri pariwisata mencatat adanya peningkatan pendapatan berkat insentif stimulus ekonomi dari pemerintah, seperti diskon tiket dan tarif tol, yang berlaku sejak awal Juni hingga akhir Juli 2025.

Langkah ini ternyata membawa dampak positif bagi industri pariwisata, dengan banyak destinasi wisata domestik yang tetap ramai dikunjungi wisatawan meskipun sedang berada di low season. 

Liburan di low season sendiri memiliki beberapa kelebihan, seperti harga yang lebih murah, tempat wisata yang lebih sepi, dan pelayanan yang lebih baik karena jumlah wisatawan yang lebih sedikit. 

Baca juga: Banyuwangi Jadi Sorotan Riset Internasional: Kajian Ekonomi dan Pesisir oleh Peneliti UNSW Australia

Menurut David Soong, pendiri SweetEscape, insentif pemerintah tidak banyak mempengaruhi pendapatan perusahaannya karena SweetEscape telah fokus pada pasar internasional dengan menawarkan layanan fotografi liburan premium yang harganya berkisar antara Rp2,7 juta hingga Rp4,5 juta.

“Client (kami) memang sedikit high-end, jadi (dengan adanya insentif) stimulus dan lain-lain sepertinya nggak nyambung,” ujar David saat jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Keberadaan paket insentif liburan pemerintah tidak memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan bisnis seni dan teater musikal. 

Peningkatan permintaan tiket lebih banyak dipengaruhi oleh popularitas pertunjukan yang sedang tren pada periode tersebut, menunjukkan bahwa faktor internal industri lebih berperan dalam kesuksesan bisnis ini dibandingkan insentif eksternal.

“Jadi bisa dilihat (demand tiket) itu dibangun dari hasil FOMO (Fear of Missing Out). Karena sekarang tuh kayaknya keren kalau nonton ke teater atau musikal,” kata Renitasari, selaku Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Suwandi Ahmad, Chief Data Officer Lokadata.id, menyebutkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi keputusan masyarakat untuk berlibur saat daya beli menurun adalah faktor waktu dan harga. Kedua faktor ini menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat dalam menentukan pilihan liburan mereka.

Masyarakat kini lebih fleksibel dalam memilih waktu liburan, tidak hanya terpaku pada musim liburan atau hari libur nasional, tetapi juga mempertimbangkan kesempatan yang menawarkan harga sesuai dengan anggaran mereka. Ini menunjukkan bahwa faktor harga menjadi pertimbangan penting dalam keputusan liburan.

"Karena variabel harga. Kemudian ada stimulus (pemerintah) atau insentif ya, itu sangat berpengaruh pada pemilihan orang ketika orang mau berlibur," kata Suwandi.

Pelaku industri dan analis data sepakat bahwa stimulus pemerintah dan dinamika sosial tetap menjadi faktor utama yang mendorong pergerakan sektor wisata domestik. 

Pemerintah juga telah menyediakan 6 paket insentif stimulus ekonomi kuartal II 2025. Adapun insentif tersebut tujuannya adalah untuk menjaga daya beli masyarakat dan menggerakkan perekonomian nasional, terutama selama periode libur sekolah di bulan Juni–Juli 2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Stimulus Ekonomi Pemerintah Berdampak Positif pada Pariwisata Domestik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!